UTS E – COMMERCE

UTS E-COMMERCE

1.Hubungan E-Commerce terhadap supply chain management

Proses logistik berhubungan erat dengan aktivitas kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses ini tidak hanya berputar di sekitar aktivitas pabrik, juga mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai pihak konsumen kita baru merasakannya bila ada masalah dalam hal misalnya terjadi keterlambatan dalam mengirim kado ulang tahun yang kita pesan untuk teman / saudara kita, menerima barang yang salah, atau malah ketika melihat di Koran pagi ada iklan produk terbaru ternyata tidak tersedia di pasaran ketika hendak membelinya, bahan pangan untuk para korban bencana alam yang tidak sampai tepat waktu karena keterbatasan alat transportasi dan fasilitas gudang dan sebagainya yang sering muncul dan merugikan kita misalnya tambahan biaya atau malah merasa tidak puas dengan pelayanannya. Karena aktivitas ini menyangkut kehidupan sehari-hari yang berhubungan penting dengan masyarakat, organisasi, industri dan juga secara individual maka diperlukan suatu pendekatan manajemen dalam bidang logistik. Apalagi dalam suatu industri / perusahaan yang sudah dewasa (mature industry) perlu
mengembangkan supply and distribution strategy untuk melindungi sumber dan competitive advantagenya (Tarumingkeng : 2005)

Untuk mendukung manajemen logistik ini diperlukan suatu rantai aliran barang yang memungkingkan perpindahan barang dari produsen ke konsumen agar hal-hal di atas seperti keterlambatan penyampaian, salah barang dan sebagainya bisa dikurangi atau malah dihilangkan sehingga pelayanan yang diberikan ke pelanggan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan pelanggan merasa puas. Untuk itu diperlukan Supply Chain Mangement (SCM) yang banyak didefinisikan sebagai manajemen logistik, padahal terdapat perbedaan diantara keduanya. Kesukesan tidak mungkin diperoleh hanya oleh satu bagian mata rantai saja, tapi dimulai dari pemasok hingga bahan jadi sampai ke tangan konsumen akhir. Hal inilah yang banyak dibahas dalam konsep SCM / logistik bisnis.

Manfaat dan keterbatasan E-commerce
Melakukan transaksi menggunakan cara elektroonik memberikan beberapa manfaat diantaranta adalah sebagi berikut:
Biaya informasi lebih murah
Akses 24 jam
Kesempatan perluasan terbuka
Menurunkan biaya penciptaan, proses, distribusi, penyimpanan.
Mengurangi biaya komunikasi.
Memperkaya komunikasi daripada secara tradicional
Pengiriman secara digital untuk produk seperti gambar, dokumen,software.
Meningkatkan fleksibilitas lokasi.

Akan tetapi ada beberapa keterbatasan yaitu antara lain:
Kurangnya keamanan, reliabilitas, dan standarisasi
Kurang prvacy
Tidak cukupluas dalam arti transaksi masih lamban
Integrasi dengan software maka perlu data base yang merupakan tantangan
Kurang adanya kepercayaan karena integritas tidak terjamin
Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (di bagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).
Supply chain management adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply.
E-commerce (Busines-to-business) dalam mendukung proses manajemen pada perusahaan manufaktur di HongKong. E-commerce dinilai mempunyai banyak pengaruh positif, seperti mempercepat aliran data, mengetahui keiinginan konsumen, mengurangi biaya, real-time pertukaran informasi dan hungungan yang baik terhadap supplier maupun costumer.
E-commerce secara umum dapat diartikan sebagai proses transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver”.
E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik (David Baum dalam Onno W. Purbo, 2000 : 2).

Keuntungan Konsumen (customer) :

Memungkinkan transaksi jual beli secara langsung, mudah dan nikmat, maksudnya adalah proses jual beli yang terjadi dalam e-commerce tidak membutuhkan perantara, dimana proses transaksi yang terjadi langsung antara merchant dengan customer. Sehingga, hal ini memberikan suatu kemudahan karena tidak perlu suatu proses transaksi yang berbelit-belit dan cenderung lama, yang pada akhirnya hal ini memberikan kenikmatan terhadap customer dalam melakukan transaksi perdagangan melalui internet.
Disintermediation adalah proses meniadakan calo dan pedagang perantara. Dengan kata lain, konsumen tidak perlu membayar lebih untuk sebuah barang atau jasa yang dibelinya. Penggunaan e-commerce merupakan proses transaksi langsung antara merchat dengan customer tanpa memerlukan perantara meskipun keberadaan para pihaknya jauh atau berbeda negara, dengan e-commerce customer dapat mengecek langsung keberadaan barang yang dibutuhkan, serta mendapatkan harga yang langsung diberikan oleh merchant, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak jauh lebih mahal. Hal ini berbeda dengan perdagangan secara konvensional, ketika seseorang dari suatu negara membutuhkan barang atau jasa dari luar negeri, orang tersebut tidak mungkin mendatangi langsung penjual barang tersebut di negaranya, karena hal tersebut tentu saja menambah biaya dan memerlukan cukup banyak waktu itupun belum termasuk dengan keberadaan barang yang dibutuhkan apakah masih ada atau telah habis, sehingga orang yang membutuhkan barang tersebut tentu saja membutuhkan perantara pedagang lain dalam hal ini adalah importir yang tentu saja harga barang yang dibutuhkan akan semakin mahal.

Menggunakan digital cash atau elektronik cash (e-cash). Tanpa harus membayar dengan uang tunai. Maksudnya adalah customer tidak perlu membawa uang tunai untuk membayar transaksi jual beli yang dilakukannya dengan pihak merchant, dimana pembayaran yang dilakukan oleh customer cukup dengan mentransfer sejumlah uang sesuai dengan harga barang yang dipesan plus ongkos kirim kepada rekening yang telah disediakan oleh pihak merchant, atau juga hanya dengan memasukan nomor kartu kredit yang dimiliki oleh customer dalam form pembayaran yang telah disediakan oleh pihak merchant. Sehingga dengan cara yang demikian semakin memberikan kemudahan dalam bertransaksi yang kemudian memberikan rasa aman karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang tidak sedikit untuk diserahkan kepada merchant yang penuh resiko terhadap tindak kejahatan seperti perampokan dan sebagainya.
Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk atau service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk atau service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk atau service secara langsung.
Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas produk atau service sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.

2.E-Commece dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan
Membangun dan mengimplementasikan sebuah sistem E-Commerce bukanlah merupakan sebuah proses atau program “sekali jadi”, namun merupakan suatu sistem yang perlahan-lahan berkembang terus-menerus sejalan dengan perkembangan perusahaan. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar yang memilih jalan evolusi dalam memperkenalkan dan mengembangkan E-Commerce di perusahaannya. Alasan utama yang melatarbelakangi pemikiran ini adalah sebagai berikut:
Mengimplementasikan sebuah sistem E-Commerce tidak semudah atau sekedar mempergunakan sebuah perangkat aplikasi baru, namun lebih kepada pengenalan sebuah prosedur kerja baru (transformasi bisnis). Tentu saja perubahan yang ada akan mendatangkan berbagai permasalahan, terutama yang berhubungan dengan budaya kerja dan relasi dengan rekanan maupun pelanggan (Fingar, 2000):
Sistem E-Commerce melibatkan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras yang akan terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi, sehingga strategi pengembangan dan penerapannya-pun akan berjalan seiring dengan siklus hidup perusahaan; dan
Mengembangkan sistem E-Commerce secara perlahan dan bertahap secara tidak langsung menurunkan tingginya resiko kegagalan implementasi yang dihadapi perusahaan.
Hal pertama yang baik untuk dilakukan adalah menyamakan visi E-Commerce diantara seluruh manajemen perusahaan melalui berbagai pendekatan formal maupun informal.
Langkah berikutnya adalah melakukan koordinasi antara berbagai pihak yang akan membangun sistem E-Commerce bersama perusahaan terkait. Pihak-pihak tersebut misalnya: rekanan bisnis (seperti pemasok dan distributor), vendor teknologi informasi, pelanggan, bank (penyedia jasa kartu kredit), pihak asuransi, dan lain sebagainya. Tujuan dari koordinasi ini adalah pengembangan sebuah kerangka kerja sama yang disepakati bersama, sehingga dalam perjalanan implementasinya, E-Commerce tidak mendapatkan gangguan yang berarti. Seluruh pihak-pihak dalam “konsorsium” ini harus menyadari bahwa mereka semua berada dalam sebuah ekosistem E-Commerce, dimana sistem yang ada baru akan berjalan secara baik jika masing-masing komponennya memiliki kinerja yang baik sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Melakukan transaksi menggunakan cara elektroonik memberikan beberapa manfaat diantaranta adalah sebagi berikut:
1. Biaya informasi lebih murah
2. Akses 24 jam
3. Kesempatan perluasan terbuka
4. Menurunkan biaya penciptaan, proses, distribusi, penyimpanan.
5. Mengurangi biaya komunikasi.
6. Memperkaya komunikasi daripada secara tradisional
7. Pengiriman secara digital untuk produk seperti gambar, dokumen,software.
8. Meningkatkan fleksibilitas lokasi.

Kinerja merupakan hasil kerja atau karya yang dihasilkan oleh masing-masing karyawan untuk membantu badan usaha dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan usaha. Pada dasarnya kinerja dari seseorang merupakan hal yang bersifat individu karena masing-masing dari karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Kinerja seseorang tergantung pada kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh (Dale, 1992, p. 3). Sementara itu, kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukannya terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Penggunaan teknologi informasi adalah konsekuensi logis yang dihadapi bank, akibat adanya perubaban-perubahan dalam lingkungan industri perbankan. Rose (2002:19-22), menyebut perubahan-perubahan yang secara umum dihadapi industri perbankan dewasa ini, meliputi:
Proliferasi (keragaman) layanan, yaitu layanan yang diberikan bank semakin
beragam, baik jenis maupun volumenya. Hal ini disebabkan tuntutan
kebutuhan konsumen, tekanan persaingan dan pergeseran teknologi.
Peningkatan kompetisi, yaitu bank menghadapi lingkungan persaingan yang
semakin kuat, bukan hanya antar bank, tetapi juga dengan industri jasa
keuangan lainnya. Konsekuensinya bank, harus inovatif dan meningkatkan
kualitas layanan pada konsumennya, yang salah salunya dengan implementasi
teknologi informasi.
Revolusi teknologi informasi, yaitu perkembangan teknologi informasi yang
sedemikian pesat, mengharuskan bank beradaptasi dengan menerapkan
teknologi informasi dalam operasi bisnisnya. Dampaknya, bank yang
sebelumnya bersifat labor intensive, dewasa ini lebih bersifat capital intensive,
karena bank harus berinvestasi pada perangkat teknologi informasi dan
komunikasi yang mahal.

Sistem strategis atau strategic system (Callon 1996) memberikan keunggulan strategis bagi organisasi, dengan demikian akan memudahkan organisasi dalam meningkatkan pangsa pasar, bernegosiasi secara lebih baik dengan pihak supplier, atau mencegah masuknya para pesaing ke dalam wilayah suatu perusahaan. Ada banyak sekali sistem strategis yang didukung E-Commerce. Contohnya, sistem pengiriman semalam yang dilakukan FedEx serta kemampuan sistem di dalam perusahaan tersebut untuk melacak status perjalanan dari tiap-tiap paket tunggal. Kebanyakan pesaing FedEx telah meniru sistem ini. Karena itu, FedEx memidahkan sistem ke Internet. Tetapi, pesaing-pesaingnya membuntuti dengan cepat, kemudian FedEx memperkenalkan aktivitas barunya.

Keuntungan penggunaan e-commerce dalam bisnis hungannya dengan kinerja karyawan dan pelanggan:

(1) mengurangi waktu proses bisnis (cycle time) benar-benar sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing (Wetherle 1996). Demikian pula, mengurangi waktu sejak lahirnya gagasan hingga implemntasinya waktu untuk memasarkan sangat penting, sebab yang bisa lebih awal masuk ke pasar dengan suatu produk, atau yang bisa memberi pelayanan kepada pelanggan secara lebih cepat dari pada yang bisa dilakukan pesaing, maka ia akan menikmati keunggulan kompetitif tersendiri. Aplikasi berdasar extranet dapat digunakan untuk memperlancar berbagai langkah dalam proses pengembangan produk atau jasa, pengujian, dan implementasi. Satu contoh cycle time reduction (pengurangan masa siklus) dalam membawa obat-obat baru ke pasar.
(2) Memberi pegawai otoritas untuk bertindak dan membuat keputusan sendiri merupakan suatu strategi yang digunakan oleh banyak organisasi sebagai bagian dari BPR. Pemberdayaan (empowerment) erat kaitannya dengan konsep tim yang self-directed, swa-kelola (Mankin et.al., 1996 dan Lipnack and Stamps, 1997). Manajemen melimpahkan kewenangan kepada tim yang bisa menyelesaikan desentralisasi pengambilan keputusan dan otoritas tetapi dalam waktu yang bersamaan mendukung kontrol terpusat. Misalnya, Internet dan internet memungkinkan para pegawai yang telah terberdayakan untuk mengambil keputusan mendesak. Sistem jaringan – pakar bisa memberi saran bagi anggota tim ketika tidak ada pakar manusia. Kenyataannya, menjual pengetahuan di Internet menjadi satu aktivitas EC yang penting.
(3) Para pegawai dapat mengakses kecakapan teknis organisasional melalui internet yang dimiliki perusahaan. Beberapa basis pengetahuan, yang dibuka untuk umum dengan tarif biaya tertentu, mendatangkan pemasukan tersendiri (misalnya yang dilakukan http://www.knowledgespace.com).
(4) Sekarang ini, perusahaan-perusahaan menjadi semakin customer-oriented. Dengan kata lain, mereka mesti memberikan banyak perhatian kepada pelanggan beserta kesukaannya kemudian melakukan rekayasa ulang agar bisa memenuhi permintaan konsumen. Ini bisa dilakukan dengan mengubah proses manufakturing dari mass production menuju mass customization (Pine and Gimore, 1997) Dalam mass production, perusahaan memproduksi item-item yang sejenis secara besar-besaran, sedang dalam mass customization item-item diproduksi dalam jumlah besar namun dicustomized untuk sesuai dengan keinginan tiap-tiap pelanggan. Electronic commerce merupakan perantara ideal bagi mass customization.
(5) Banyak perusahaan menyadari bahwa aliansi dengan perusahaan lain, bahkan dengan pesaing, bisa jadi menguntungkan. Misalnya, General Motors, Ford, dan Chrlyser membuat satu extranet dengan supplier mereka. Ada sejumlah tipe aliansi, seperti pembagian sumber daya, penetapan hubungan permanen supplier-perusahaan, dan penciptaan upaya riset bersama. Tipe yang paling menarik adalah temporary joint venture (patungan sementara), di mana beberapa perusahaan membentuk satu organisasi khusu untuk sebuah misi yang spesifik selama kurun waktu tertentu. Ini merupakan satu contoh korporasi virtual (virtual corporation), yang bisa jadi merupakan bentuk organisasi perusahaan yang lazim di masa datang. Satu tupe aliansi bisnis yang lebih permanen, yang menghubungan perusahaan manufaktur, supplier, dan korposari finansial dikenal dengan sebutan keiretsu suatu istilah dalam bahasa Jepang yang berarti suatu aliansi bisnis permanen. Demikian juga, supply chain mangement dapat dimudahkan oleh extranet. Tipe aliansi ini, juga yang lain, akan sangat didukung oleh teknologi informasi yang beragam, mulai dari EDI hingga transmisi elektronis. peta dan gambar.

Adapun dampak-dampak Electronic Commerce sebagai berikut:
(1) Electronic commerce mempertinggi promosi produk dan layanan melalui kontak langsung, kaya informasi, dan interaktif dengan pelanggan.
(2) Electronic commerce menciptakan satu saluran distribusi bagi produk yang ada, maka pujian layak diberikan atas peluang untuk langsung menjangkau pelanggan dengan sifat komunikasi yang langsung dan dua arah.
(3) Biaya pengiriman informasi ke palanggan melalui internet menghasilkan penghematan substansial bagi pengirim (bila dibandingkan dengan sistem pengiriman non-elektronis atau pengiriman melalui VAN). Penghematan paling besar terjadi ketika mengirim digitized product (seperti musik dan software) dibanding bila harus dikirim secara paket fisik.
(4) Pengiriman produk dan layanan digital dapat dikurangi hingga hanya dalam hitungan detik untuk sampai ke tujuan. Juga, kerja administratif yang berkaitan dengan pengiriman secara fisik, khusunya yang melewati batas-batas internasional, dapat dikurangi secara signifikan sebab memotong cycle time hingga lebih dari 90 %. Satu contoh adalah TradNet di Singapura, yang mengurangi waktu administratif transaksi yang berhubungan dengan pelabuhan dari hitungan hari ke menit.
(5) Layanan konsumen bisa betul-betul ditingkatkan dengan cara memungkinkan pelanggan menemukan informasi detil secara online (misalnya, FedEx yang memungkinkan pelanggan mengetahui status perjalanan kirimannya). Juga, inteligent agents bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan e-mail standar dalam beberapa detik. Akhirnya, layanan pakar manusia bisa diperlancar dengan menggunakan perangkat lunak help-desk, misalnya.
(6) Dalam Web, pendatang baru bisa membangun citra perusahaan dengan cepat. Yang dilakukan Amazon.com selama tiga tahun baru bisa dicapai oleh perusahaan tradisional selama beberapa generasi. Citra perusahaan berarti kepercayaan (trust) yang sangat penting artinya bagi penjualan langsung. Perusahaan tradisional seperti Intel, IBM, Microsoft, Wal-Mart, Dell Computers, dan Cysco menggunakan aktivitas Web mereka untuk memperkokoh identitas perusahaan dan citra mereknya.

Teknologi informasi telah membuktikan bahwa perusahaan kecil dan menengah dapat menjadi perusahaan besar kelas dunia dalam waktu yang cukup singkat. Perusahaan Amazon, Yahoo, Ebay sebagai contoh perusahaan yang menggunakan teknologi informasi untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Semoga perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di Indonesia dapat meniru perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang sukses tersebut, yaitu menjadi perusahaan kelas dunia.
Beberapa tahun lalu teknologi e-commerce adalah sebuah teknologi yang relatif baru dan dapat membantu perusahaan dalam memperluas pasar, menjual produk, mengurangi biaya transaksi, purna jual dan lain sebagainya. Menyadari prospek yang ditawarkan perusahaan membabi buta utk menerapkan e-commerce pada bisnisnya. Bahkan e-commerce menjadi trend yang wajib diikuti oleh setiap perusahaan. Sebagian dari perusahaan berhasil mengambil keuntungan berlipat ganda dengan implementasi Tsb ttp tidak sedikit yang gagal dan harus melakukan perubahan mendasar sistem e-commerce perusahaan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi perusahaan mulai hati-hati dalam menerapkan e-commerce. Dengan pesatnya perkembangan e-commerce saat ini banyak sekali solusi yang ditawarkan oleh berbagai vendor untuk mengimplementasikan teknologi ini. Perusahaan kemudian mengalami kesulitan dalam menentukan aplikasi mana yang dapat memberikan pengembalian investasi terbesar dan meningkatkan kesiapannya untuk menerapkan e-commerce di bidang bisnisnya. Tugas akhir ini memperkenalkan sebuah model untuk membantu perusahaan dalam mencari solusi alternatif masalah tersebut. Model Implementasi E-commerce adalah sebuah matriks yang dapat membantu perusahaan untuk menerapkan teknologi e-commerce pada bisnisnya Model terdiri dari 5 jenis industri berbeda, aplikasi e-commerce dan karakteristik industri untuk memberikan pertimbangan tentang hal-2 yang perlu mendapat perhatian khusus dalam implemntasi tersebut.

3.Bandingkan antara “marketplaces” dengan “marketspaces”. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing

Marketplace adalah merupakan “pasar” dimana ketika kita ikut menjualkan produk yang diiklankan maka kita bisa mendapatkan komisi atas penjualan yang terjadi atas referensi kita tanpa kita harus ikut membeli produk tersebut
Marketplace secara harfiah diterjemahkan sebagai ”ruang pasar” di internet. Sebagaimana pasar yang merupakan tempat bertemunya penjual (seller) dan pembeli (buyer), maka Marketplace pun merupakan ruang bertemunya penjual dan pembeli di internet.

Contoh-contoh marketplace di internet adalah sebagai berikut:
Lelang2000.com
Lelang2000.com adalah marketplace Indonesia dan berbahasa Indonesia dimana para penjual dan pembeli dapat saling tawar-menawar untuk beragam jenis barang atau produk seperti: handphone, komputer, atau jenis lainnya.
e-Bay
e-Bay adalah marketplace yang bersifat internasional dan secara default (standard) berbahasa Inggris namun ada beberapa pilihan region dan disesuaikan dengan bahasa region tersebut. Melalui e-Bay, penjual dan pembeli dapat memberikan penawaran untuk produk mulai dari kacamata, perangkat jaringan, TV, VCD player, dan lain sebagainya.
Marketplace lainnya adalah seperti Amazon.com dan Barnes & Noble yang lebih terfokus pada penjualan buku-buku, juga marketplace spesifik untuk telekomunikasi seperti Band-x.com, arbinet.com, dan lain sebagainya.

Manfaat Marketplace

Pangsa pasar yang luas
Pemda dapat meraih pasar internet yang sangat luas dan tidak hanya terbatas pada wilayah geografis Indonesia, bahkan dengan kemasan yang secara internasional menarik, pangsa manca negara juga dapat diraih. Kesempatan seperti ini dapat diwujudkan melalui hadirnya marketplace di internet.

Pengembangan Potensi Daerah
Pemda dapat mengembangkan potensi daerah melalui marketplace dengan menyuguhkan beragam informasi mengenai potensi daerah yang dimiliki. Dengan demikian Pemda dapat memberikan informasi terbaik kepada pasar yang luas dan tidak hanya terbatas pada penjual dan pembeli yang tertarik, melainkan juga kepada calon-calon investor baik di Indonesia maupun manca negara.

EfisiensiBiaya
Berbeda dengan Pasar yang secara fisik harus dibangun dengan biaya yang sangat tinggi, maka Marketplace adalah sebuah pasar yang bersifat ”virtual”, tidak nyata. Pasar yang hadir dalam bentuk web site internet yang dapat dihadiri oleh penjual dan pembeli hanya dengan menggerakkan mouse dan memencet keyboard atau dengan kata lain ”market at your fingertips.” Biaya yang dibutuhkan untuk membangun marketplace akan jauh lebih murah dan efisien jika dibanding dengan pembangunan pasar secara fisik, belum lagi jika dibandingkan dengan kemungkinan pangsa pasar yang dapat diraih di level internasional.

Salah satu bentuk usaha yang dilakukan adalahnya dengan digunakannya konsep marketspace. Konsep tersebut memiliki perbedaan yang mendasar dengan konsep marketplace. Pada marketplace, diutamakan tempat dimana barang/jasa tsb berada. Sedangkan marketspace mengutamakan informasi mengenai barang/jasa tersebut. Dalam menerapkan konsep marketspace tersebut digunakan suatu strategi, yakni Creating value, dengan value dihasilkan oleh 3 komponen : content, context, dan infrastructure. Selanjutnya dilakukan Virtual value chain, yakni memanfaatkan informasi dalam setiap tahapan perubahan, yang membutuhkan pengumpulan, pengorganisasian, pemilihan, pengolahan dan pendistribusian data dan informasi.
Marketspace(ruang pasar) adalah marketplace (tempat pasar) dimana antara penjual dan pembeli melakukan pertukaran barang dan jasa dengan sejumlah uang (atau dengan barang dan jasa lain), tetapi dilakukan secara elektronis.

Komponen komponen

Marketspace Pemesanan item, Pengumpulan item, Hiburan, Komponen komponen, Marketspace, Pemesanan item, Pengumpulan item, Hiburan, Proses bisnis lini depan, Portal penjualan, Katalog elektronik, Daftar belanjaan, Mesin pencari, Komponen komponen, Marketspace, Mesin pencari, Sarana pembayaran, Proses bisnis lini belakang, Pengumpulan dan pemenuhan pesanan, Manajemen persediaan, Pembelian dari pemasok, Pemrosesan pembayaran, Pengemasan dan pengantaran

4.Harga Sony digital Camera pada: shopping.com, mysimon.com, bottomdollar.com, bizrate.com, dan pricescan.com. Situs mana yang memberikan harga terbaik. Mendapatkan informasi terbaik?

5.Trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada E-Commerce

Untuk mengukur loyalitas konsumen seperti :behavior measures, switching costs, measuring satisfaction, liking of the brand dan commitment:

1. Behavior measures
Merupakan suatu cara langsung untuk mengukur loyalitas terutama terhadap perilaku yang dilakukan karena kebiasan adalah untuk mempertimbangkan pada pembelian yang benar-benar dilakukan (actual purchase pattern). Terdapat 3 cara dalam pengukuran perilaku yyang dapat digunakan yaitu :
a. Repurchase rates yaitu pengukuran terhadap prosentase pembelian konsumen terhadap merek yang sama pada pembelian berikutnya.
b. Percent of purchase yaitu pegukuran terhadap pembelian merek yang telah dibeli dibandingkan dengan merek-merek lain dari suatu jumlah pembelian tertentu yang terakhir.
c. Number of brands purchased yaitu pengukuran terhadap prosentase konsumen tersebut menggunakan satu merek, dua merek atau lebih.

2. Switching costs
Merupakan suatu pendekatan dalam mengukur loyalitas dengan mengukur perbedaan pengorbanan atau risiko kegagalan, biaya energi dan fisik yang dikeluarkan konsumen karena ia memilih salah satu alternatif. Apabila switching costs besar maka seorang konsumen akan lebih berhati-hati dalam berpindah ke merek lain karena risiko kegagalan yang dihadapi juga besar, begitu pula sebaliknya, switching costs kecil maka seorang konsumen akan lebih mudah dalam berpindah ke merek lain karena risiko kegagalan yang dihadapi kecil pula. Dengan demikian pendekatan ini digunakan untuk mengukur loyalitas seorang konsumen.

3. Measuring satisfaction
Pendekatan dalam mengukur loyalitas dengan cara mengukur kepuasan yang diperoleh dari suatu merek tertentu. apabila setelah menggunakan suatu merek tertentu dan konsumen tersebut merasa puas atau sudah merasa mendapat manfaat sesuai dengan harapannya, hal ini akan menyebabkan ia berhenti menggunakan merek lain dan memutuskan untuk membeli merek tersebut secara konsisten sepanjang waktu, yang artinya telah tercipta loyalitas konsumen terhadap suatu merek.

4. Liking of the brand
Pendekatan ini diukur melalui tingkat kesukaan konsumen terhadap merek secara umum. Hal ini dapat diukur melalui timbulnya kesukaan terhadap suatu merek baik suka pada badan usaha sebagai produsen, persepsi dan atribut merek yang bersangkutan, maupun pada kepercayaan terhadap merek tersebut. Konsumen dikatakan loyal apabila pembelian tyerhadap merek tersebut bukan karena adanya penawaran khusus, tetapi karena konsumen percaya pada kualitas merek tersebut.

5. Commitment
Pendekatan ini diukur dari komitmen konsumen terhadap suatu merek tertentu. Loyalitas konsumen dapat timbul bila ada kepercayaan dari konsumen terhadap merek sehingga ada komunikasi dan interaksi diantara konsumennya yaitu dengan membicarakan, merekomendasikan dan bahkan mengajurkan pada orang lain dengan menjelaskan mengapa ia membeli dan menggunakan produk tersebut. Apabila cocok dengan apa yang diharapkan, maka akan timbul loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Dengan mengetahui pengukuran loyalitas ini diharapkan tingkat loyalitas konsumen dapat diketahui secara lebih jelas. Selanjutnya adalah upaya-upaya untuk mempertahankannya.

Trust adalah status psikologis yang melibatkan perasaan untuk mengarahkan interaksi masa datang bagi pencapaian tujuan yang direncanakan Vendor EC harus memastikan tingkat kepercayaan yang tinggi dengan pelanggan saat ini maupun pelanggan potensial e-commerce. Tingkat kepercayaan ditentukan oleh:
Tingkat pengalaman keberhasilan awal dengan EC
Penetapan peran dan prosedur yang jelas kepada seluruh pelaku
yang terlibat dalam EC
Ekspektasi yang realistis terhadap hasil EC

6.Penerapan segmentasi pada E-Commerce

Electronic Commerce sebagai suatu cara untuk melakukan aktifitas perekonomian dengan infratuktur Internet memiliki jangkauan penerapan yang sangat luas. Seperti halnya Internet, dimana siapapun dapat melakukan aktifitas apapun termasuk aktifitas ekonomi, e-commerce memiliki segmentasi penerapan yang luas. Secara garis besar, e-commerce saat ini diterapkan untuk melaksanakan aktifitas ekonomi business-to-business, dan business-to-consumer.
Ketiga fokus strategis penerapan e-commerce akan disikusikan di bagian ini. Anda sebagai pemakai Internet, setidaknya dapat memberikan penilaian dan mengambil manfaat dari ketiga fokus strategis e-commerce tersebut dan menentukan fokus yang mana yang sesuai dengan kemampuan yang ada dan memungkinkan.
Business-to-Business eCommerce
Dalam suatu rangkaian distribusi, kehadiran Internet dapat menghubungkan semua aktifitas bisnis dengan bisnis lainnya, tidak peduli dimana ia berada atau posisinya dalam rangkaian distribusi. Kemampuannya ini , secara langsung maupun tidak langsung, sebenarnya dapat mengancam lapisan penghubung tradisional seperti wholesaler atau broker. Fasilitas yang disediakan Internet memberikan sarana bagi bisnis untuk berhubungan langsung dengan para pemasok – dan karenanya menghapuskan peranan perantara seperti broker.
Kendati demikian, terlepas dari dimana posisi suatu organisasi atau perusahaan dalam rangkaian pemasokan, terdapat peluang-peluang yang dapat digali oleh siapa saja untuk memanfaatkan Internet semaksimal mungkin guna mencapai kompetitifitas bisnis yang sebelumnya tidak dapat dicapai. Yaitu:
Memberikan informasi. Sebagai misal, suatu perusahaan distribusi obat-obatan, McKesson, menggeser posisi bisnisnya dari distributor menjadi suatu value added provider dalam industri kesehatan . Produk utamanya adalah informasi, bukan lagi obat-obatan. Bagaimana bisa demikian? Ini dikarenakan expoitasi McKesson atas database informasi yang dimilikinya baik dalam penjualan dan unit untuk farmasi. Paket-paket informasi tersebut diberikan untuk memperbaiki kinerja finansial farmasi.
Pengadaan dan Pembelian (Purchasing and Selling).
Purchasing and Selling. General Electric’s Trading Process Network membolehkan para pemasoknya untuk mendownload Request Forn Proposal (RFP) GE’s, melihat diagram spesifikasi suku cadang, dan berkomunikasi dengan General Electric untuk menyelesaikan transaksi. GE memperluas jaringannya untuk menolong perusahaan-perusahaan lain saling melakukan jual beli dan mengkaji model bisnis berdasarkan fee.
Beralih ke Internet(Moving to an Internet platform). Bank-bank di Amerika Serikat, misalnya Bank of America dan Wells Fargo, saat ini telah mengkaji kemungkinan EDI untuk menerapkan fungsi transaksi business-to-business dialihkan ke Internet untuk menekan biaya operasional.
Memasok Layanan Ekstranet. Perusahaan yang telah menerapkan Intranet mulai memberikan kemungkinan layananan baru dengan memberikan sebagian kecil dari sistem Intranetnya ke pelanggan-pelanggan strategis; mitra; atau mitra dagangnya misalnya apa yang telah dilakukan oleh General Electric’s Trading Process Network. Contoh lain adalah Federal Express yang memanfaatkan infrastrukturnya yang telah ada untuk mengirimkan paket dengan cepat dengan cara memberikan layanan pemenuhan order melalui web kepada para pelanggannya. Situsnya yang terkenal ( http://www.fedex.com ) memiliki fasilitas penjejak paket di seluruh dunia.
Business-to-Consumer eCommerce
Dari tahun ke tahun, pengaruh Internet dalam perekonomian semakin nyata seperti ditunjukkan dalam tabel (4.1). Perusahaan di seluruh dunia mulai menggali keuntungan dan manfaat Internet dan mencoba menguasai pangsa pasar yang muncul akibat adanya Internet ini. Layanan busines-to-consumer yang diberikan melalui Internet secara langsung sebenarnya mengalami pergeseran. Yang mudah dilihat adalah pergeseran dalam hal:
One-way marketing. Perusahaan-perusahaan yang memiliki situs web atau homepage tetap memiliki mekanisme distribusi yang mencolok untuk mempublikasikan brosur-brosurnya, mendorong, strategi pemasaran satu arah.
Pemesanan melalui web. Tersedianya transaksi web yang aman memungkinan suatu perusahan untuk membolehkan konsumennya memesan produk langsung melalui web. Katalog-katalog elektronik dan mal-mall maya menjadi suatu hal yang biasa.
Relationship Marketing. Yang paling mencolok dari pardigma ini adalah apa yang disebut relationship marketing. Karena tingkah laku pelanggan dapat dilacak dari web, pada saat masuk ke situs web perusahaan, perusahaan-perusahaan dapat melalukan suatu percobaan dengan metodologi ini sebagai perangkat untuk meriset pasar dan relationship marketing misalnya:
Survei melalui web
Menggunakan web untuk membuat inferensi mengenai profil pembelian konsumen
Mengkustomisasikan produk dan layanan
Mencapai kepuasan konsumen dan membangun loyalitas pelanggan
Contoh awal dari perusahaan yang memanfaatkan potensi interaktifitas Internet untuk melakukan terobosan hubungan konsumen adalaf Firefly. Firefly telah menciptakan produk-produknya melalui teknologi web tracking. Yang dilakukan perusahaan distribusi audio dan video ini adalah secara literal menciptakan suatu produk yang khusus untuk setiap pelanggannya berdasarkan profil pelanggan dan kelakukan pembeliannya. Sebagai misal, seorang pembeli CD yang menyukai musik klasik mungkin akan dibuatkan perangkat audio dan video yang disesuaikan untuk mendengarkan musik klasik.

7.3 situs yang menerapkan B2B menggunakan E-Commerce. Gambaran tentang situs-situs tersebut.

B2B adalah sebuah sistem informasi yang terorganisasi dimana perusahaan menangani transaksi dengan pebisnis lain dan E-Commerce, atau Electronic Commerce adalah istilah yang dipakai untuk berbagai jenis transaksi bisnis atau komersial yang melibatkan tranfer informasi melalui internet :
B2B (business to business) eCommerce
eCommerce antara usaha dan usaha baik pelanggan maupun pemasok (supplier)
Melakukan transaksi antar usaha ini secara elektronik dapat banyak keuntungan seperti lebih cepat, lebih nyaman, lebih efisien.
Sebelum eCommerce berkembang di internet ada suatu sistem yang bernama EDI (Electronic Data Interchange) yang diterapkan banyak usaha. EDI memerlukan infrastruktur yang lebih kaku dalam penerapannya sehingga cenderung lebih kompleks dan mahal penerapannya.
eCommerce telah mendorong terbentuknya pasar-pasar tersendiri dimana pembeli dan penjual bisa bertemu dan berinteraksi dalam dunia maya.

Karakteristik Busines to Busines (B2B)

Trading Partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Sehingga jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai kebutuhan dan kepercayaan (trust).
Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Sehingga memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partner.

B2B menyatakan bentuk jual-beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Umumnya perusahaan perusahaan yang terlibat adalah pemasok, distributor, pabrik, toko, dll. Kebanyakan transaksi berlangsung secara langsung antara dua sistem. Model seperti ini telah banyak diterapkan. Misalnya, yang terjadi antara Wal-Mart dan para pemasoknya.

Keuntungan B2B:
1. Mempercepat transaksi antara penjual dan pembeli.
2. Menurunkan biaya transaksi kedua belah pihak.
3. Menciptakan pasar baru tanpa dibatasi oleh wilayah geografis.
4. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara penjual dan pembeli.

Secara umum adapun aktifitas dari B2B ini seperti trading partners dan pertukaran data (data exchange) yang dilakukan secara rutin antara pebisnis. Sedangkan dalam business to customer (B2C) umumnya menggunakan internet dengan berbagai model pendekatan seperti electronic shopping mall atau dengan konsep portal. Kedua-duanya menggunakan website sebagai basisnya. Aktifitas electronic shopping mall lebih ke mempromosikan produk dan service yang ada dengan dukungan online catalog dan sebagainya. Adapun contoh dari system ini seperti amazon (http://www.amazon.com) dan netmarket (http://www.netmarket.com). Sedangkan dalam konsep portal lebih ke pelayanan yang lebih kompleks dimana electronic shopping mall juga termasuk didalamnya, dengan tetap berbasis website, di dalam portal ini juga terdapat pelayanan lainnya seperti e-mail, online database, news dan sebagainya. Adapun contoh dari sistem ini seperti netscape home (http://home.netscape.com) dan yahoo(http://www.yahoo.com).

Categories: UTS | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “UTS E – COMMERCE

  1. rahadhi aji

    judul buke untuk e-commerce-nya apa aja ya? saya sedang mencari referensi skripsi saya tentang e-commerce. mohon bantuannya…

    • andidwiprasetyo347

      bisa saja.. silahkan cari informasinya via internet ato googling saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: