Nanang Suryadi
19 Mei
JURNAL E-COMMERCE
1. Perusahaan memutuskan untuk memperluas pada pekerjaan mereka dengan menciptakan dan menyiapkan mereka sendiri butik on line, tetapi cukup cepat Namun, masalah terletak pada evaluasi dari retour investasi, analisis dari kinerja dari situs web dan evaluasi hasil. Dalam dapat melakukan hal ini, contoh-contoh mengenai kinerja dibentuk dengan membuat web indikator untuk mengikuti untuk mencapai tujuan strategis sesuai kualifikasi. Tetapi jenis model yang sering telah dicampur bersama-sama; tertentu berbeda-beda vektor komunikasi dan lain-lain hanya memiliki indikator Web Analytics. Berasal dari protokol, kami menghasilkan analisis kualitatif dari berbagai model untuk membangun model teori global. Gagasan yang menetapkan tujuan yang jelas dengan strategi yang akan dijangkau. Dapat dibedakan oleh dua jenis tujuan (Bathelot, 2006) yaitu tujuan internal untuk mengukur kredibilitas situs web itu sendiri serta tindakan promosi dibawa dan tujuan Eksternal yaitu memberikan data ke khalayak potensial atau mitra perusahaan untuk penjualan lagi. Tujuan dari gagasan ini dan pilihan indikator untuk mengukur terutama dari langkah umum menganalisis kinerja diakui oleh para pakar dalam domain ini. Ini merupakan hal yang disarankan untuk Langkah-demi-langkah panduan oleh komunitas web-portal Web analytique. Com (Naeem, 2006), dari SSII SQLI (Tessier, 2007) dan badan Weborama (Labus & Rodrigues, 2006).
Namun sebelum menemukan kesulitan yang menjadi tujuan menempatkan perspektif dan indikator yang dapat bervariasi dalam fungsi tipologi dari situs web tertentu matrixes bantuan dari piloting telah dimasukkan ke dalam ke tempat. Karena keragaman isi matrixes dibuat oleh para ahli, kami mampu menghasilkan sebuah analisis Meta direncanakan untuk mendirikan sebuah model kaya referensi. Internet telah menjadi kebutuhan sebagian manusia di dunia. Apalagi dengan hadirnya e-commerce sebagai salah satu bentuk perdagangan yang relatif baru. Masyarakat semakin termudahkan dan terbantu karena e-commerce menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, pencapaian pasar yang lebih luas, struktur biaya yang lebih murah, transaksi yang lebih cepat, lini produk yang lebih luas, dan kenyamanan serta kustomisasi yang lebih luas pula. Namun, karena kemudahannya itulah, maka konsumen pun semakin mudah untuk membandingkan penawaran yang ada dari para penjual di seluruh dunia. Akibatnya, terjadi persaingan harga yang ketat dan memudahkan.
E-Commerce adalah aktifitas yang berhubungan langsung dengan perdagangan barang, jasa dan aktivitas bisnis lain yang berkaitan, melalui media elektronik. E-Commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
Kepercayaan, yang didefinisikan sebagai kesediaan seseorang untuk menjadi terbuka dan menjadi mudah ‘diserang’ oleh pihak yang berhubungan, meningkatkan kecenderungan bahwa ia bersedia untuk terlibat dalam perilaku mempercayai. Dalam e-commerce, yang menentukan kepercayaan konsumen ini tidak hanya faktor dari dalam diri konsumen seperti disposisi terhadap kepercayaan itu sendiri, atau faktor dari perusahaan seperti reputasinya. Tapi juga faktor teknologi, seperti kualitas dari websitenya, kepastian secara structural, dan kenormalan situasional situs. Dengan menumbuhkan kepercayaan konsumen, maka para e-vendor pun dapat menggaet loyalitas konsumen terhadap merk mereka.
Menurut Srini S.Srinivasan, Rolph Anderson, dan Kishore Ponnavolu dalam jurnalnya Customer loyalty in e-commerce: an exploration of its antecedents and consequences, e-loyalty adalah sikap menyukai dari konsumen terhadap e-retailer yang mengakibatkan perlaku pembelian berulang. Dari penelitian tersebut, didapat bahwa faktor kustomisasi, interaktivitas kontak, pengelolaan, kepedulian, komunitas, pilihan, dan karakter dalam suatu website e-commerce, berhubungan positif dengan e-loyalty. Adapun e-loyalty berhubungan negative dengan pencarian alternative oleh konsumen, dan berhubungan positif dengan word of mouth yang positif dan kesediaan untuk membayar lebih.
Secara umum E-commerce dapat diartikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi , aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan , konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang , pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Penggunaann sistem E-Commerce, sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Bagi pihak konsumen, menggunakan E-Commerce dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang yang dijual melalui E-Commerce biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional.
Online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan cara belanja yang konvensional. Selain bisa menjadi lebih cepat, di internet telah tersedia hampir semua macam barang yang biasanya dijual secara lengkap. Selain itu, biasanya informasi tentang barang jualan tersedia secara lengkap, sehingga walaupun kita tidak membeli secara on-line, kita bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan untuk memilih suatu produk yang akan dibeli.
Daftar Pustaka
Gefen, David (2002), Customer Loyalty in E-Commerce, Journal of the Association for Information Systems Volume 3d 2002, p. 2 P51
Srini S.Srinivasan ,Rolph Anderson ,Kishore Ponnavolu (2002), Customer loyalty in e- commerce: an exploration of its antecedents and consequences, Journal of Retailing 78 2002, p41–50
Stephen S.Standifird (2001), Reputation and e-commerce: eBay auctions and the asymmetrical impact of positive and negative ratings ,Journal of Management 27 (2001), p279-295
2. Solusi Pengelolaan Jurnal Ilmiah
Abstrak
Untuk mengatasi faktor ekonomi yang seringkali menjadi penghambat publikasi ilmiah,
diperlukan solusi yang tak hanya murah namun tetap menjaga kualitas dari input hingga output.
Open Journal Systems atau OJS dari Simon Fraser University menawarkan solusi lengkap seluruh
fase publikasi ilmiah dari call for paper hingga publikasi on line. Tulisan ini akan memberikan
panduan instalasi dan pengantar singkat alur kerja OJS.
Pendahuluan
Jika bahasa tertulis adalah penanda peradaban sebuah bangsa. Maka publikasi ilmiah adalah tanda
kemajuan olah pikirnya. Namun, rasio publikasi ilmiah per akademisi Indonesia yang masih
sangat rendah, tak serta-merta menandakan rendahnya output olah pikir bangsa ini. Tentu patut
kita sayangkan ketika faktor ekonomislah yang membuat ciut nyali para pengelola publikasi
ilmiah yang berakibat lambannya perkembangan dunia akademis Indonesia. Kini universitas,
pusat studi, atau lembaga riset yang ingin menerbitkan publikasi ilmiah dengan efisien bisa
menggunakan Open Journal Systems sebagai salah satu alternatif terbaik.
Open Journal Systems atau OJS adalah sebuah sistem manajeman konten berbasis web yang
khusus dibuat untuk menangani keseluruhan proses manajemen publikasi ilmiah dari proses call
for paper, peer review, hingga penerbitan dalam bentuk on-line. OJS dikeluarkan oleh Public
Knowledge Project dari Simon Fraser University dan berlisensi GNU General Public License.
OJS memudahkan peran pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, dan pembaca.
Lisensi Dokumen:
OJS seperti dimaksudkan oleh konseptornya adalah mentransformasi model pengelolaan jurnal
dari tradisional menjadi model jurnal online. Berikut gambaran terobosan yang coba ditawarkan
OJS.
Model Jurnal Tradisional
Langganan
Individu,
mahasiswa,
keanggotaan,
institusi,
langganan.
Sukarelawan
Editor, penulis, reviewer,
copyeditors,
editor
layout, proofreader
Sponsorship
Institusi, grant, donasi,
Iklan
Iklan, pertukaran iklan
jurnal, iklan industri
Page Charges
Dibayar oleh penulis
atau lembaga
`
Model Jurnal Online
Manajemen
Online
Jurnal bisa dikelola dan
dipublikasi
online
dengan perangkat lunak
berbasis open soure lebih
ekonomis dan berkualitas
untuk
komunikasi
akademik
Publikasi
Online
Akses
terbuka
Inovasi-inovasi yang ditawarkan dalam OJS menjanjikan keunggulan sebagai berikut:
Akses terbuka
Publikasi online
Manajemen online
Model ekonomi tradisional
Akses meningkat
Kualitas terangkat
Lebih ekonomis
Hingga Maret 2008 OJS telah digunakan 1400 jurnal dalam sepuluh bahasa, hampir dua kali lipat
disbanding November 2006 oleh 875 jurnal di seluruh dunia. Dan pada saat penulisan dokumen
ini telah mencapai versi 2.2. Berikut, beberapa nama yang telah memanfaatkan OJS.
ACS Digital Library
AI Magazine
Asia Journal of Global Studies
Columbia Science Review
e-journal Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah
IEEE Multidisciplinary Engineering Education Magazine
International Journal of Education and Development using ICT
OJS ditulis dengan PHP, menggunakan basis data MySQL atau PostgreSQL dan bisa ditempatkan
pada server berbasis *NIX maupun Windows. OJS mengundang relawan dari seluruh dunia untuk
berkontribusi dalam pengembangan, dokumentasi, penerjemahan dan lain sebagainya.
3.APLIKASI WEB UNTUK MEMBANTU PENGELOLAAN JURNAL
ABSTRACT
Job discription of a journal’s administrator more than only make a publication a paper or
saintific magazine. But administration, service and manage organisation of journal needed hard works
to be a profesional journal.
This research discussed about the modelling and designing of software based on web system
to manage journal organization. Case study of journal Technology named Academia ISTA was taken
as sample of how to manage Journal organization.
This research will give contribution esspecially for journal’s administrator how to manage
organisation based on Information Technology to get easy to manage and publication.
Keywords: Manage, Journal, web-system
Intisari
Tugas pengelola jurnal tidak hanya masalah teknis penerbitan, tetapi juga meliputi
administratitif yang cukup kompleks. Apalagi ditambah dealine penerbitan suatu karya, terkadang sisi
lain menjadi terabaikan. Sebagai contoh sisi service/pelayanan dan pengelolaan sebelum jurnal
tersebut terbit.
Dalam penelitian ini dibuat model rekayasa perangkat lunak untuk pengelolaan jurnal berbasis
web, studi kasus di Jurnal Teknologi Academia ISTA dimaksudkan sebagai contoh pengelolaan.
Penelitian ini akan memberikan manfaat terutama kepada pengelola jurnal ilmiah untuk bisa
memanfaatkan kemajuan IT yang akan membawa kemudahan dalam pengelolaan jurnal, selain
kemudahan publikasi bagi pengirim naskah.
PENDAHULUAN
Jurnal apapun selama ini identik dengan
penerbitan suatu karya. Dalam pengelolaan
jurnal
terkadang
mengalami hambatan-
hambatan
terutama
berkaitan
dengan
komunikasi antara pengelola jurnal dengan
penulis
mengenai naskah yang
telah
dikirimkan ataupun kondisi naskah tersebut
apakah telah disetujui untuk diterbitkan atau
tidak, kemudian penulis ingin mengirimkan
naskah tidak melalui media pos tetapi lewat
internet dan sebagainya. Berangkat dari
persoalan-persoalan
tersebut
maka
pengelolaan jurnal berbasis web menjadi
kebutuhan yang cukup urgen, mengingat
domisili penulis memang beragam tidak hanya
luar kota dari institusi pengelola jurnal tetapi
juga bisa luar pulau atau lintas negara.
Mengelola suatu jurnal tidak hanya
masalah teknis penerbitan, tetapi juga meliputi
administratitif yang cukup kompleks. Apalagi
ditambah deadline penerbitan suatu karya,
terkadang sisi lain menjadi terabaikan.
Sebagai
contoh sisi
service/pelayanan,
mungkin membalas email bukan merupakan
prioritas utama yang mendukung terbitnya
suatu jurnal. Tetapi jika hal itu tidak dilakukan
maka kredibilitas pengelolaan jurnal menjadi
turun. Beberapa hal lain yang dipandang
menjadi permasalahan yang timbul dalam
pengelolaan jurnal antara lain seperti:
1. Manajemen Jurnal Ilmiah : Bagaimana
pengelolaan jurnal menjadi mudah,
baik dari sisi pengelola maupun dari
sisi konsumen ( penulis/pengirim
naskah maupun pemakai/pencari
informasi jurnal).
2. Manajemen Naskah dan Organisasi
Penerbitan
:
Bagaimana
mengorganisir data, seperti penulis,
judul, urutan naskah, reviewer,
Pengelolaan
Alur
Naskah
dan
sebagainya menjadi terintegrasi.
3. Manajemen Pelanggan/Pemasaran :
Bagaimana
pencari
informasi
mendapatkan
kemudahan
dalam
mengakses jurnal, seperti apa isi
jurnal, kapan tulisannya dimuat,
bagaimana
cara
menulis/mengisi
jurnal dan sebagainya.
4. Manajemen
Iklan,
Grafis
dan
Percetakan : Bagaimana membuat
media promosi yang efektif bagi suatu
jurnal.
5. Manajemen Keuangan, sumber dana
dan pengelolaannya
Dari beberapa rumusan diatas menunjukkan
bahwa media pengelolaan berbasis web
menjadi suatu kebutuhan untuk pengelolaan
suatu jurnal.
Ide penelitian ini adalah memodelkan
suatu rekayasa perangkat lunak pengelolaan
jurnal berbasis web, untuk mengelola jurnal,
studi kasus di Jurnal Teknologi Academia
ISTA yang dimaksudkan sebagai bukti contoh
pengelolaan.
Penelitian ini akan
memberikan
manfaat terutama kepada pengelola jurnal
ilmiah untuk bisa memanfaatkan kemajuan IT
yang akan membawa
kemudahan dalam
pengelolaan jurnal. Bagi pengembang sistem
dalam membangun rekayasa perangkat lunak
yang akan dibuat khusus untuk pengelolaan
jurnal, akan mempunyai konsep yang jelas,
meskipun mengelola jurnal yang paling
spesifik sekalipun.
Bagi pencari informasi, kemudahan akses
yang
ditawarkan
akan
meningkatkan
pelayanan yang pada akhirnya memperoleh
manfaat yang cukup signifikan dengan disiplin
ilmunya.
TINJAUAN PUSTAKA
Karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal
ilmiah akan membantu penyebaran informasi
ilmiah
kepada
pihak-pihak
yang
membutuhkan. Dengan penyebaran informasi
ilmiah
tersebutlah
ilmu
pengetahuan
berkembang. Disamping itu dengan publikasi
ilmiah,
eksistensi
keahlian
seseorang
mendapatkan legitimasi dalam tata cara
pergaulan masyarakat ilmiah. Semakin banyak
publikasi seseorang pada suatu bidang akan
menghasilkan pengakuan tentang keahliannya
dalam bidang tersebut (Mustofa,2006).
Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu
jurnal ilmiah secara nasional dan berkelanjutan
telah dilakukan oleh Direktorat Pembinaan
Penelitian
dan
Pengabdian
kepada
Masyarakat (DP3M) Ditjen Dikti, Depdiknas.
Kegiatan tersebut dimulai dari pengkajian yang
dilakukan pada tahun 1992 yang ditindaklanjuti
dengan akreditasi jurnal pada tahun 1995.
Kegiatan penataran dan lokakarya penulisan
artikel ilmiah baik di tingkat pusat maupun
daerah, dan seminar dan lokakarya
manajemen jurnal ilmiah.( Artikel Semiloka,
DP3M Ditjen Dikti,2003)
Pengelolaan jurnal ilmiah, harus
mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan
Depdiknas
c/q
Direktorat
Pembinaan
Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat,
Direktorat Jendral Pendidikan tinggi, agar
dapat memenuhi standar terakreditasi seperti:
(1) nama jurnal berkala; (2) kelembagaan
penerbit; (3) penyunting; (4) kemantapan
penampilan; (5) gaya penulisan; (6) substansi;
(7) keberkalaan; dan (8) tiras atau omset
minimum. Sementara butir yang tidak boleh
ada adalah foto penulis artikel, beritas-berita
(berita
organisasi
ataupun
peristiwa
keilmuan),( Artikel Lepas MSI UII, 2006)
Dari beberapa butir referensi diatas, mulai dari
pentingnya penyebaran informasi suatu karya
ilmiah sampai pada peningkatan mutu
pengelolaan
jurnal ilmiah menunjukkan
pengelolaan jurnal ilmiah secara online
(berbasis web)
akan sangat membantu
pengelolaan suatu jurnal dalam legitimasi
suatu karya ilmiah.
Penelitian mengenai pengelolaan
suatu jurnal selama ini sangat jarang bahkan
bisa dikatakan belum ada, referensi mengenai
masalah pengelolaan jurnal menjadi kendala
tersendiri dalam penelitian ini. Namun
demikian beberapa jurnal berbasis web sudah
ada beberapa seperti gambar 1, 2 dan 3
berikut :
Jurnal tersebut di kelola oleh Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia dengan orientasi
publikasi
karya
ilmiah
secara
gratis
(paperless), cukup lengkap meskipun dari sisi
pengelolaan jurnal tidak diperlihatkan secara
detail.
Gambar 2. Salah satu pengelolaan Jurnal di ITB
Gambar 3. Pengelolaan Jurnal di UII
Hasil penelitian menjadi lebih bermanfaat jika
disebarluaskan, dan jurnal ilmiah merupakan
media
yang
sangat
berperan
untuk
menginformasikan suatu
hasil penelitian
tersebut.
Meskipun
demikian
laporan
penelitian tidak dapat diterbitkan begitu saja,
tapi diperluas melalui proses penyuntingan
disesuaikan dengan standar yang digunakan
pengelola jurnal dengan seizin penelitinya.
Setidak-tidaknya sistematika yang ada minimal
terdiri dari (a) judul; (b) nama pegarang; (c)
abstrak 50-100 kata; (d) kata-kata kunci (key
words); (e) pendahuluan; (f) metode penelitian;
(g) hasil; (h) pembahasan; (i) kesimpulan; dan
(j) daftar pustaka. Kebijakan Redaksional
Keberadaan Jurnal Ilmiah dalam suatu
lingkungan Perguruan Tinggi merupakan
sebuah upaya untuk membangun citra dan
komitmen keilmuan lembaga tersebut dalam
usaha mensosialisasikan gagasan-gagasan
yang brilian, agar suatu ilmu
dapat
berkembang
sesuai
kebutuhan
dan
perkembangan zaman. Dalam hal ini, Jurnal
Ilmiah bukanlah sekedar sarana latihan bagi
SDM yang ada dalam suatu Perguruan Tinggi,
tapi lebih merupakan sarana pengembangan
dan aktualisasi diri dalam suatu komitmen
keilmuan yang telah menjadi bagian hidupnya.
Acuan ini setidaknya dapat memberikan suatu
gambaran yang sangat jelas, bahwa
profesionalisme dan keseriusan juga harus
dimiliki
oleh
pengelola
suatu
jurnal.
Kehadirannya dalam jajaran pengelola suatu
jurnal bukanlah sekedar numpang nama, tetapi
harus menunjukkan komitmen yang jelas
sehingga terbangun suatu team work yang
solid, yang dapat mengantarkan jurnal yang
dikelolanya sebagai suatu institutional image
lembaga yang menerbitkannya. ( Artikel Lepas
MSI UII, 2006)
Jenis jurnal ilmiah di perguruan tinggi dibagi
menjadi beberapa jenis (Saukah,2006):
1. Jurnal ilmiah lokal: Artikelnya memuat
karya ilmiah berupa artikel hasil
penelitian dan artikel konseptual,
penulisnya merupakan para dosen dari kalangan unit sendiri, pengelola
dan penyuntingnya berasal dari para
dosen kalangan unit kerja tersebut,
distribusi jurnalnya lebih banyak
terbatas pada kalangan sendiri.
2. Jurnal
ilmiah
nasional
tidak
terakreditasi:
keterlibatan
pakar
nasional
berasal
dari
luar
lingkungannya sebagai penyunting
ahli, banyaknya penulis artikel berasal
dari luar lingkungan sendiri, distribusi
jurnal secara nasional (menjangkau
seluruh nusantara), tampilan jurnal
dan isinya belum memenuhi kriteria
untuk terakreditasi.
3. Jurnal ilmiah nasional terakreditasi:
keterlibatan pakar nasional berasal
dari luar lingkungannya sebagai
penyunting ahli, banyaknya penulis
artikel berasal dari luar lingkungan
sendiri, distribusi jurnal secara
nasional
(menjangkau
seluruh
nusantara), tampilan jurnal dan isinya
sudah memenuhi
kriteria untuk
terakreditasi.
4. Jurnal
ilmiah
internasional
:
keterlibatan
pakar
internasional
sebagai mitra bestari, adanya penulis
artikel memiliki reputasi internasional
(terutama dari luar negeri) dalam
bidangnya,
distribusi
jurnal
menjangkau ke beberapa negara
didunia, seyogyanya menggunakan
salah satu bahasa internasional.
Makna dan ciri jurnal ( Sastiono,2006):
1. Mengandung informasi baru
2. Mudah ditelusur dengan cara-cara
normal
3. Biasanya bergantung pada pakar yang
membantu penerbit apakah suatu
artikel dapat dimuat
4. Adanya ‘standar’ penulisan
Secara umum struktur Fungsional Jurnal
ilmiah dalam melaksanakan manajemen
naskah/artikel ( Setijanto,2006):
1. Ketua Penyunting
2. Staf ahli
3. Penanggung jawab
4. Penyunting ahli (Mitra Bestari)
5. Penyunting Pelaksana
6. Pelaksana tata usaha
HASIL & PEMBAHASAN
Secara umum belum ada standart
tertentu yang digunakan dalam pengelolaan
jurnal berbasis web. Beberapa referensi lebih
banyak diacu untuk pengelolaan jurnal
konvensional. Beberapa referensi Jurnal yang
telah berbasis web pun lebih banyak ke arah
publikasi dan belum
menyentuh sisi
pengelolaan jurnal itu sendiri.
Model Pengelolaan jurnal Academia
ISTA
telah memenuhi kaidah-kaidah
pengelolaan Jurnal yang telah ditetapkan.
Pembuatan Jurnal berbasis web
akan
melengkapi pengelolaan jurnal konvensional
tersebut
4. STRATEGI MERANCANG SLOGAN, LOGO,
SIMBOL DAN FORMAT DALAM
EKSEKUSI PESAN IKLAN OUTDOOR
8.1. Merancang Slogan
Slogan atau themeline atau tagline yang tertuang dalam pesan
iklan outdoor merupakan awal dari kesuksesan periklanan. Slogan
teridiri dari satu atau beberapa kata. Kata terdiri dari kumpulan
huruf. Huruf yang dipilih untuk merancang iklan outdoor harus
mudah dibaca dari dari jarak tertentu. Spasi di antara huruf, kata
dan garis yang memadahi akan menyempurnakan jarak
penglihatan. Ukuran relatif tabal dan tipisnya huruf merupakan
pertimbangan penting. Terlalu banyak huruf yang dipadatkan
(dikompres) akan mengurangi kejelasan sebuah pesan iklan.
Variasi huruf yang ekstrem atau huruf yang terlalu tipis atau terlalu
tabal akan mengurangi kemudahan untuk dibaca. Huruf-huruf tipe
Ornate atau Sans serif mengurangi efektivitas sebuah rancangan
iklan outdoor. Iklan “Series Campaign” dari Paramount Park
Scarowinds, kreasi dari Boone Oakley Advertising menggunakan
huruf-huruf yang mudah dibaca. Iklan yang berjudul “Warm Toilet
Slogan menjadi pernyataan standard yang mudah diterima di
benak konsumen. Slogan mempunyai dua fungsi utama, yaitu untuk
menjaga keberlangsungan serangkaian iklan dalam kampanye dan
untuk menyederhanakan sebuah strategi pesan periklanan pada
pernyataan positioning agar menjadi ringkas, dapat diulang,
menarik perhatian dan mudah diingat. Kita biasa mendengar
kiasan “Gambar merupakan seribu kata”, sebaliknya dalam
merancang slogan berlaku : Kata (Slogan) merupakan seribu
gambar.
Misalnya,
“For Life” merupakan slogan dari Volvo,
ditunjukkan pada Gambar 8.5. “The soap you can believe in”
merupakan slogan dari sabun Daz, gambar 8.6. “I’m lovin’it”,
slogan dari McDonald’s, ditunjukkan pada Gambar 8.7. “Relax It’s
FedEx” merupakan slogan dari Federal Express dapat dilihat pada
Gambar 8.8. “Take a closer look” adalah slogan dari The
Economist, ditunjukkan pada gambar 8.9. “Innovation delivered”,
slogan dari Accenture, ditunjukkan pada Gambar 8.10.
8.2. Merancang Logo
Logo
merupakan
suatu
identitas
merek
yang
mengkomunikasikan secara luas tentang produk, pelayanan dan
organisasi dengan cepat. Logo tidak sekedar suatu label, tetapi
menampilkan pesan kualitas dan semangat produk, salah satunya
lewat pemasaran, periklanan dan kinerja produk. Ketika Anda
mendesain logo, maka Anda harus mengidentifikasi produk atau
bisnis klien Anda dan membuat logo berbeda dengan pesaingnya.
Logo harus bersifat unik, mudah diingat dan mudah dikenali
dengan cepat.
Beberapa petunjuk untuk mendesain logo antara lain :
• jelas dan dapat dibaca
• khusus untuk klien Anda
• membedakan produk, pelayanan dan organisasi dari pesaing
• sesuai dengan bisnis klien Anda
• mengekspresikan semangat, kualitas, kepribadian produk,
pelayanan dan organisasi klien Anda
• konsisten dengan prinsip keseimbangan dan kesatuan
• menciptakan hubungan yang positif
• mudah diingat
• dapat bekerja pada reproduksi hitam dan putih serta berwarna.
• mudah dikecilkan dan dibesarkan.
• mempunyai dampak visual yang efektif.
Agar logo mempunyai dampak visual yang efektif harus
berhubungan dengan karakteristik dasar desain, yaitu bentuk,
tampilan, bobot dan kontras yang baik.
Logo Nike termasuk logo yang bentuknya bagus, meskipun kecil
tetapi dapat dikenali. Pada Gambar 8.11. ditunjukkan dari iklan
Nike, kreasi dari Taxi dengan logo Nike khas yang disebut
“swoosh”. Nike terkenal dengan sepatunya sebagai simbol dari
“identitas merk dan menanamkan gagasan kecepatan” yang
merupakan kunci dari kinerja. Demikian pulan logo dari Apple
termasuk mempunyai bentuk yang baik. Dari jarak yang cukup
jauhpun masik dapat dikenali, ditunjukkan pada Gambar 8.12.
Coca-Cola menggunakan logo yang mempunyai penampilan yang
baik, yaitu logo khas berupa tulisan Coca-Cola, ditunjukkan pada
Gambar 8.13 dan Gambar 8.14. Logo yang jelas dan mudah
dibaca, khusus, membidik remaja global, mudah diingat,
menggunakan grafis yang baik, konsisten dengan prinsip
keseimbangan dan kesatuan, menciptakan hubungan yang positif,
dapat dibesarkan dan dapat dikecilkan.
8.3. Merancang Simbol
Dalam merancang outdoor, suatu obyek merupakan tanda jika
obyek atau yang dilambangkannya berasal dari konteks budaya
yang sama. Iklan outdoor berupa poster Polo dari Ralph Lauren
yang terkenal melambangkan status yang tinggi, kemampuan
finansial dan bahkan keluarga kerajaan, karena olah raga tersebut
diasosiasikan dengan keluarga kerajaan Inggris. Logo Polo tersebut
ditunjukkan pada gambar 8.19. Sedangkan suatu obyek merupakan
simbol dari obyek lainnya jika obyek dan lambangkannya tidak
mempunyai hubungan intrinsik sebelumnya, tetapi dihubungkan
secara kiasan atau sesuka kita.
Beberapa petunjuk untuk merancang simbol adalah untuk :
• menciptakan visual sederhana
• menampilkan informasi atau mengekspresikan makna
• menciptakan sebuah tanda yang berbeda
• menciptakan desain yang dapat dikenali dengan cepat
• mendesain sebuah simbol yang sesuai dengan ide atau sesuatu
yang disajikan
• mendesain simbol yang dapat bekerja secara baik pada
reproduksi hitam dan putih
• mendesain simbol yang dapat bekerja pada berbagai ukuran.
Untuk menciptakan hubungan simbolis, perancang iklan
menggunakan bahasa kiasan atau nonliteral atau non harfiah.
Bahasa kiasan mengekspresikan sesuatu dengan hal yang biasanya
digunakan untuk melambangkan hal lain yang dianggap berkaitan.
Bahasa kiasan tersebut terdiri dari perumpamaan, metafora dan
alegori.
8.3.1. Perumpamaan
Perumpamaan atau simile merupakan majas perbandingan
menggunakan kata pembanding, misalnya serupa, seperti, umpama,
laksana, bagaikan atau sebagai item gabungan kelas yang berbeda.
dari pengalaman. Contohnya “cinta” serupa dengan bunga
“mawar”. “Kekuatan yang kencang” serupa dengan “kuda”. Iklan
outdoor dari Shell menggunakan perumpamaan dalam
mengeksekusi iklannya. Iklan buatan J. Walter Thomson London
yang berjudul “Shell V Power Racing” mendapat penghargaan
Bronze pada festival Euro Effie 2005, dapat dilihat pada Gambar
8.20.
Demikian pula iklan dari Tamiya Assembly Toys, yaitu
“bagian-bagian Tamiya bagaikan semangka pecah atau bagian-
bagian Tamiya bagaikan lampu jatuh berantakan atau bagian-
bagian Tamiya bagaikan katak jatuh berurai”. Iklan kreasi Creative
Juice Bankok yang berjudul “Water Melon”, “Light Bulb”, dan
“Frog” tersebut masing-masing mendapat penghargaan Gold pada
Asia Pacific Advertising Festival 2005. Iklan tersebut ditunjukkan
8.3.2. Metafora
Metafora adalah penggunaan kata yang mengandung makna
perbandingan dengan benda lain karena adanya persamaan sifat
antara kedua benda itu, misalnya tangan kursi, karena bagian kursi
itu menyerupai tangan, demikian juga leher botol, leher baju dan
sebagainya. Dalam periklanan metafora menggunakan sebuah kata
atau frase untuk menyatakan sebuah konsep atau obyek dengan
kiasan atau tidak secara harfiah atau tidak secara lateral dengan
tujuan untuk membuat ide yang abstrak menjadi lebih nyata.
Chevrolet merupakan “An American Revolution”. Iklannya
ditunjukkan pada Gambar 8.24. Iklan outdoor Il Vizio Extra Strong
Coffee menggunakan metafora, yaitu menggunakan “Wake Up
World” New York tersebut ditunjukkan pada Gambar 8.25,
Gambar 8.26, Gambar 8.27 dan Gambar 8.28.
Gambar 8.24.
8.3.3. Alegori
Alegori merupakan perluasan dari metafora. Alegori
menggunakan perbandingan yang utuh, misalnya hidup
diumpamakan dengan biduk atau bahtera yang terkatung-katung di
tengah lautan, kesukaran dengan badai dan topan, suami istri
dengan nahkoda dan jurumudi yang harus seia sekata
mengemudikan bahtera itu melalui topan dan badai menuju
kebahagiaan yang dibandingkan dengan tanah tepi yang kan
dicapai. Alegori merupakan persamaan obyek dalam bagian
narasi, yang mengadung arti diluar narasi itu sendiri.
Alegori menggunakan karakteristik lain, yaitu personifikasi.
Melalui personifikasi, kualitas abstrak dalam suatu narasi
menyerupai karakteristik manusia. Gambar 8.29. merupakan iklan
menunjukkan iklan model alegori dari Chevron. Kendaraan yang
menyerupai manusia sebagai personifikasi gaya hidup yang dituju
oleh produk. Di permukaan hanya merupakan strategi unik untuk
mengiklankan produk yang membosankan, yaitu bahan bakar.
Tetapi di bawah permukaan iklan tersebut berupaya membujuk
konsumen bahwa memilih bahan bakar Chevron adalah keputusan
yang tepat dapat menghindari deposit yang tidak dikehendaki.
5. PENGAURH IKLAN KOMERSIAL DI MEDIA TELEVISI
TERHADAP MASYARAKAT
Pendahuluan
Iklan begitu akrab dengan kehidupan kita. Mulai dari bangun tidur, beraktifitas di rumah,
keluar rumah, ditempat kerja, sampai kita pulang lagi ke rumah dan tidur, berapa banyak iklan yang
kita saksikan?! Lalu berapa banyak iklan yang dapat mempengaruhi kita sehingga kita tertarik
untuk membeli produk/ jasa yang ditawarkan. Iklan adalah senjata paling ampuh untuk
mempengaruhi konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik dengan sebuah produk, namun karena
iklan yang ditayangkan begitu gencarnya sehingga lama-kelamaan tertarik dan ingin mencobanya.
Kita tentu masih ingat ketika acara reality show AFI (Akademi fantasi Indosiar) sedang
berada di puncak rating. Acara tersebut disponsori oleh produk Indomie dari Indofood. Iklan
dibawakan oleh para akademia (peserta AFI) dengan berbagai varian model iklan baik secara
langsung maupun tidak langsung. Saya mendengar sendiri dari pemirsa yang asyik mengikuti setiap
episode bahwa dia tertarik untuk membeli dan mencoba Indomie karena penasaran dengan
gencarnya iklan yang ditayangkan tersebut.
Seperti dikatakan praktisi periklanan dari Inggris yang mendefenisikan periklanan adalah
pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling
potensialatas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya
2
. Kegiatan
periklanan memang bisa menelan biaya ratusan juta dan bahkan miliar rupiah, namun selama
didasarkan pada tujuan dan perhitungan yang serba jelas maka akan mendapatkan keuntungan yang
lebih besar.
Data Nielsen Media Research (NMR) tentang tren belanja iklan lima tahun terakhir
menunjukkan peningkatan secara signifikan tiap tahunnya. Perhitungan yang dilakukan tanpa
pertimbangan diskon dari berbagai media yang digunakan, baik media konvensional ataupun non
konvensional tercatat belanja iklan terus melonjak dari Rp 7,123 triliun (2000), Rp 9,084 triliun
(2001), Rp 12,368 triliun (2002), Rp 16,801 triliun (2003), Rp 22, 211 triliun (2004), Rp 25,580
triliun (2005) dan Januari-September 2006 baru mencapai Rp 21,489 triliun. Sementara data dari
Adquest Millenium dalam periode yang sama, tanpa menghitung iklan layanan masyarakat dan
media non komersial menunjukkan, perkembangan belanja iklan mengalami pertumbuhan yang
menurun (drecreasing trend) jika dilihat gross advertising expenditure sejak tahun 2000 hingga
2004 selalu naik di atas 25 persen, tetapi pertumbuhannya hanya 17 persen (lihat dalam tabel tren
belanja iklan red), sedangkan di tahun 2006 kemungkinan besar tidak ada pertumbuhan. Pergerakan
ini tentunya dipengaruhi faktor makro ekonomi yang kurang menguntungkan di akhir tahun 2005
seiring kenaikan harga bahan bakar minyak yang terus melonjak.
Masih dari data Nielsen Media Research, media televisi maraup iklan sebesar 70%, atau
senilai Rp 16,22 triliun. Pada semester I tahun 2006 ini, belanja iklan televisi sebesar Rp 9,2 triliun
atau 68% dari total belanja iklan secara nasional, atau sebesar Rp 13,6 triliun. Sungguh merupakan
angka yang fantastis besarnnya, yang menimbulkan semakin banyaknya bermunculan televisi-
televisi swasta nasional.
Iklan Televisi
Televisi sebagai media hiburan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia dan bahkan
dunia, merupakan salah satu media yang efektif untuk beriklan. Hal ini dikarenakan iklan televisi
mempunyai karakteristik khusus yaitu kombinasigambar, suara dan gerak. Oleh karena itu pesan
yang disampaikan sangat menarik perhatian penonton.model iklan yang disajikan oleh televisi juga
sangat bervariasi. Ketika baru muncul televisi swasta, iklan hanya dalam bentuk klip—baik live
action, stop action maupun animasi dan still. Namun dalam perkembangannya iklan televisi
mengalami banyak sekali perkembangan. Model iklan yang sekarang ada antara lain adalah
superimposed, program sponsor, running text, backdrop, caption, credit title, ad lib, property
endorsment, promo ad
3
. Perkembangan iklan yang makin kreatif tersebut menjadikan makin
bervariasinya tayangan iklan dan bisa menjadi hiburan tersendiri. Bagaimana tidak, ada iklan yang
bisa membuat kita melebarkan senyum seperti iklan rokok Sampoerna Hijau denagn genk hijaunya-
dan masih banyak lagi iklan-ilan lain yang menghibur. Namun tidak dipungkiri banyak juga iklan-
iklan yang menyebalkan.
Keunggulan Iklan Televisi
Seperti telah disebutkan diatas bahwa iklan televisi mempunyai karakteristik khusus yaitu
kombinasigambar, suara dan gerak. Dengan karakteristik tersebut mempunyai berbagai keunggulan
dibanding media iklan lain. Diantaranya keunggulantersebut adalah:
1. Kesan realistik
Karena sifat yang visual dan merupakan kombinasi warna-warna, suara dan gerakan, maka
3 Rendra Widyatama, Pengantar Periklanan, (Jakarta: Buana Pustaka Indonesia 2005) hal. 91-102
Hal | 2
Page 3
iklan televisi tampak hidup dan nyata. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh media lain. Dengan
kelebihan ini, para pengiklan dapat menunjukkan dan memamerkan kelebihan atau
keunggulan produknya secara detail. Jika produk yang diiklankan adalah makanan yang
diawetkan, maka pengiklan dapat menunjukkan kemasannya yang khas secara jelas sehingga
konsumen dengan mudah mengenalnya di toko-toko. Walaupun ingatan konsumen terhadap
apa yang telah diiklankan selalu timbul tenggelam, namun iklan visualmenancapkan kesan
yang lebih dalam, sehingga konsumen begitu melihat produknya akan segera teringat
iklannya di televisi. Pengaruh ini dapat diperkuat lagi jika pembuatan iklannya disukung
dengan teknologi grafis komputer.
2. Masyarakat lebih tanggap
Karena iklan televisi dinikmati dirumah-rumah dalamsuasana yang serba santai atau reaktif,
maka pemirsa lebih siap untuk memberikan perhatian
4
. Perhatian terhadap iklan televisi
semakin besar jika materinya dibuat dengan standar teknis yang tinggi, dan atau
meggunakan tokoh-tokoh ternama sebagai bintang iklan.
3. Repetisi/ pengulangan
Iklan televisi bisa ditayangkan beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup
bermanfaat yang memungkinkan sejumlah masyarakat untuk menyaksikannya, dan dalam
frekuensi yang cukup sehingga pengaruh iklan itu muncul. Sekarang ini para pembuat iklan
televisi tidak lagi membuat iklan yang panjang-panjang, mereka justru membuat iklan
pendek dan menarik. Agar ketika ditayang ulang, pemirsa tidak cepat bosan. Iklan dengan
pendekatan emosi yang membikin penasaran pemirsa juga bisa digunakan sebagai teknik
untuk lebih diingat oleh pemirsa.
4. Ideal bagi pedagang eceran
Iklan televisi sangat membantu penjualan ditigkat pedagang eceran. Hal ini disebabkan
karena selain para pedagang eceran juga menonton televisi seperti orang lain, iklan televisi
tersebut seolah-olah dibuat untuk mereka. Pedagang memahami bahwa sesuatu yang
diiklankan di televisi, maka permintaan akan barang tersebut akan meningkat sehingga stok
barang akan cepat terjual. Agen atau sub agen suatu produk kadang-kadang sulit untuk
menjua atau menitipkan produk kepada pedagang eceran jika mereka tidak dapat memberi
jaminan bahwa produk tersebut diiklankan di televisi. Beriklan di televisi bahkan menjadi
keharusan jika produsen berhubungan dengan perusahaan supermarket yang mempunyai
ratusan cabang. Peredaran barang harus berlangsung dengan cepat dan tidak ada yang lebih
4 Hal ini berbeda dengan iklan poster yang dipasang dijalan-jalan; masyarakat yang sibuk memikirkan sesuatu,
menuju ke suatu tempat atau tengah bergegas ke kantor tentunya hanya memperhatikan sekilas iklan-iklan yang ada
dijalanan. Untuk mendapat perhatian lebih maka menggunakan teknik repetisi (pengulangan).
mampu mempercepat peredaran barang selain televisi.
5. Terkait dengan media iklan lain
Tayangan iklan televisi mungkin saja mudah terlupakan begitu saja. Tapi kelemahan ini bisa
diatasi dengan memadukannya denga media iklan lain. Jika konsumen memerlukan
informasi lebih lanjut atau perlu dijabarkan lebih detail, iklan televisi bisa dipadukan dengan
iklan di tabloid-tabloid minggua, khususnya tbloid yang mengulas acara-acara televisi. Iklan
pendukung juga bisa demuat di surat kabar harian. Iklan surat kabar adalah rujukan atas
iklan yang telah ditayangkan di televisi.
Iklan dan kapitalisme
Saat ini di pasar terdapat produk-produk sejenis dari berbagai perusahaan yang dihasilkan
secara massal. Hampir semua kategori produk dapat dijumpai lebih dari satu merek, mulai dari
makanan, minuman, bumbu dapur, kosmetik, kendaraan dan lain sebagainya. Bahkan tidak jarang
berbagai merek mengeluarkan barang yang relatif sama namun dengan kemasan yang berbeda
untuk membidik segmen pasar tertentu. Hal ini bisa kita jumpai misalnya pada iklan rokok
5
.
Dari produk yang diiklankan di televisi, kita menjumpai berbagai merek yang mengiklankan
jenis produk yang sama. Sebut saja produk sabun cuci dengan berbagai merek misalnya Rinso,
Attack, Total, Surf, Wing Biru, Krim Ekonomi, Soklin, B29, Ommo Biru dan berbagai merek
lainnya. Produk susu untuk balita ada merek Pedia Sure, Sustagen, Dancow, Bendera, SGM,
Lactamil Boneeto. Berbagai produk dengan berbagai maam merek tersebut berlomba memenangkan
pasar. Semua produk menghendaki dirinya menjadi market leader. Akibatnya muncul persaingan
yang sangat ketat dalam meraih hati konsumen. Mereka merekayasa produk sedemikian rupa
sehingga seolah terdapat sejumlah perbedaan antara produk yang sama dari berbagai merek,
sekalipun sebenarnya esensi fungsional semua produk tersebut adalah sama. Pengiklan memberikan
jasa dan manfaat tambahan pada produk, sehingga menjadi produk yang disempurnakan.
Penambahan atas produk inilah awal munculnya persaingan. Kiranya sejalan dengan apa yang
ditulis oleh Levit dalam Philip Kotler sebagai berikut:
“Jenis persaingan baru berlangsung buannya antar produk yang diproduksi
oleh perusahaan-perusahaan di pabrik, melainkan antar segala macam yang
mereka tambahkan pada hasil pabrik tersebut, seperti bentuk kemasan, jasa
pelayanan, periklanan, persyaratan kredit, jasa pengantaran, pergudangan
dan apa saja yang dihargai oleh konsumen” (Levit, dalam Kotler, 1996:91).
Rekayasa produk tersebut disampaikan melalui iklan, sehingga sebuah produk terlihat benar-
benar berbeda dengan produk pesaing. Lihat saja dengan apa yang dilakukan oleh pabrik pembuat
sabun cuci merek Surf, Attack, Total dan Rinso ukuran sachet. Surf mengatakan dirinya sebagai
sabun yang tidak sekedar membersihan cucian, namun mampu mencegah kotoran agar tidak
menempel kembali. Sabun cuci merek Attack mengatakan dirinya mampu mengangkat kotoran dari
pakaian sehingga membuat pakaian menjadi lebih bersih dan bersinar. Sementara sabun cuci merek
Total mengatakan produknya sebagai sabun yang selain ekstra bersih, juga menjadikan pakaian
harum dan wangi. Lain lagi dengan sabun cuci merek Rinso kemasan sachet, ia menambahkan
aspek kepraktisannya karena dikemas dalam ukuran sachet yang pas untuk sekali cuci, sehingga
tidak membingungkan dalam menetapkan ukuran seberapa banyak deterjen yang akan digunakan
untuk mencuci.
Contoh-contoh diatas merupakan konstruksi yang dilakukan oleh pabrikan untuk dicoba
dipaksakan kepada calon konsumen. Mereka menyampaikan melalui iklan diberbagai media agar
calon konsumen tergiring pada konstruksi bentukan iklan tersebut. Mereka memiliki kepentingan
yang sangat kuat atas skenario ini, karena dengan ditundukkannya khalayak komunikan atas
konstruksi bentukan tersebut, menjadikan khalayak mudah dikuasai sebagai ladang bisnis.
Dalam sistem kapitalisme, berbagai produk yang dihasilkan secara massal harus diupayakan
segera diserap oleh pasar. Penumpukan produk karena tak segera diserap pasar membawa dampak
merugikan bagi produsen. Sebab dalam sistem produksi, penciptaan produk membutuhkan modal
yang tidak sedikit. Dalam proses produksi berbagai produk tersebut membutuhkan ratujsan juta
hingga milyaran rupiah. Angka tersbut tidak saja dibutuhkan untuk membeli bahan baku, tapi juga
bagi proses produksi yang lain seperti pengolahan, pengemasan, distribusi, promosi, riset dan
pengendalian mutu, dan berbagai kegiatan yang lain. Rangkaian produksi tersebut juga
membutuhkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan pegawai
6
.
Keterlibatan kapital yang sangat besar tersebut jelas terlalu mahal bila dipertaruhkan. Sebab
semangat kapitalisme adalah menghindarkan diri dari kerugian dan mencari keuntungan sebesar-
besarnya. Oleh karen aitu, produk-produk yang telah dihasilkan harus diserap oleh pasar sesegera
mungkin. Lambannya produk yang diserap oleh pasar, berarti akan menimbulkan pula lambatnya
pengembalian modal produksi. Terlebih jika produk yang diiklankan gagal diserap oleh pasar, maka
akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bahkan meruntuhkan kapitalisme itu sendiri
(Noviani, 2003:11).
Dalam logika kapitalisme, untuk mendapatkan keuntungan dari barang yang diproduksi
secara massal, harus diimbangi dengan tingkat konsumsi yang sifatnya massal juga. Untuk
mencapai tingkat konsumsi massal tersebut, menurut Galbartaith, cara produksi kapitalisme perlu
menerapkan demand management (Noviani, 2003:11). artinya, ditengah masyarakat dibutuhkan
keinginan yang lebih besar untuk mengkonsumsi barang secara lebih banyak dari biasanya.
Iklan Mendorong Sikap Konsumerisme
Sebagaimana diketahui, konsumsi barang oleh konsumen secara normal mempunyai batas
tertentu. Tidak saja terbatas pada aspek pemakaian produk, namun juga terbatas pada kemampuan
daya beli dengan berbagai alasan. Untuk mengenyangkan perut yang kelaparan misalnya, seseorang
mungkin cukup mengkonsumsi 1 atau dua mie instant dalam satu porsinya. Mengkonsumsi lebih
dari jumlah tersebut perut tidak dapat lagi menampung. Kalau dipaksakan, perut malah akan
menjadi sakit. Namun dengan demand management, konsumen dibujuk untuk membeli lebih dari
biasanya, dengan alasan untuk stok persediaan di rumah, kesempatan mengikuti undian dengan
mengirimkan bungkus sebanyak-banyaknya, dan sebagainya.
Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui pubikasi media massa dalam
bentuk iklan. Iklan merupakan informasi yang memberikan berita yang up to date kepada
konsumen mengenai produk yang bertujuan menjaga tingkat produksi. Iklan pada dasarnya bersifat
membujuk pemirsa dengan berbagai iming-iming citraan yang ujung-ujungnya mendorong
munculnya hasrat untuk membeli.
Sedemikian pentingnya peran iklan, sehingga oleh Stuart Ewen disebut sebagai Captain
Industry, yang mengamankan bagian pasar dengan cara mengorganisir dan mengontrol selera dan
perilaku masyarakat. Dalam analisis William (1993), iklan merupakan komponen vital dalam
organisasi dan reproduksi kapital. Iklan adalah magis karena mampu mentransformasikan
komoditas kedalam penanda yang glamour dan penanda tersebut menghadirkan suatu imaginer.
Karena bersifat magis, iklan mampu menyihir konsumen untuk mengkonsumsi suatu produk
(Martadi, dalam Jurnal Deskomvis 2001). iklan merupakan perangkat ampuh untuk menciptakan
need, want, buy.
Melalui industri periklanan, dikembangkan cara-cara untuk menciptakan dan mendorong
konsumsi sebagai bagian dari gaya hidup dalam masyarakat. Iklan digunakan untuk menciptakan
kekurangan-kekurangan baru dalam diri konsumen sehingga tergerak untuk berusaha menutupinya
dengan mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Iklan merepresentasikan mimpi buruk sekaligus
menyenangkan. Iklan menciptakan hasrat dalam diri konsumen dan menawarkan produk sebagai
jawabannya. Iklan kemudian menggeser sikap tradisional seperti hemat, kedalam sikap hidup yang
hedonis (mengedepankan kesenangan duniawi) yang mengutamakan belanja. Iklan memberikan
rasionalisasi kepada konsumen untuk tidak sayang mengeluaran uang sebanyak-banyaknya. Untuk
menjalankan tugas tersebut, iklan telah dipikirkan sedemikian rupa sehingga menggunakan
pendekatan rasional psikologis dalam ilmu yang lebih modern. Iklan kemudian menggeser dari
captain of industry menjadi captain of consciusness, melalui citra yang dibangunnya
captain of conciusness karena iklan menumbuhkan kesadaran-kesadaran baru bahwa orang
membutuhkan produk-produk baru dengan merek tertentu. Dalam benak konsumen terbangun
kesadaran baru bahwa ia memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipenuhi dengan
mengkonsumsi atau menggunakan produk tertentu.
Lihat saja trend kecantikan perempuan yang dikonstruksi melalui iklan saat ini. Perempuan
didorong untuk tumbuh kesadarannya bahwa ia tidak dikatakan cantik bila tidak memiliki tubuh
yang langsing, atau wajah yang putih bersih. Oleh karena itu ia perlu menggunakan produk-produk
kecantikan, kapsul pelangsing tubuh, menggunakan krim pembesar payudara maupun krim pemutih
wajah. Bila tubuh sudah langsing, payudara sudah indah, dan kulit putih, produsen lain mendikte
standar kecantikan perempuan dengan mengemukakan kekurangan-kekurangan baru yang
ditanamkan dibenak perempuan seolah mengatakan: “kondisi fisik yang anda miliki sekarang tidak
hanya cukup seperti itu !!! wajah tidak hanya putih, namun juga bersinar”. Bila sudah putih
bersinar, produk lain akan berkata: “wajah putih bersinar tidak cukup, ia perlu putih bersinar,
kenyal dan sehat”. Pendiktean yang dilakukan oleh produsen melalui iklan terjadi secara terus
menerus dengan mengemukakan “kekurangan-kekurangan baru” yang harus ditutupi atau diatasi
oleh perempuan dengan cara membeli produk yang diiklankan.
Mungkin uraian diatas membuat kita tersentak, bahwa selama ini ternyata iklan telah
mendikte kesadaran kita baik secara individu maupun kolektif. Iklan bahkan mendorong kita untuk
membeli produk yang mungkin sebenarnya tidak kita perlukan, atau mempersuasi untuk
mengkonsumsi produk secara berlebihan. Atau dengan kata lain, iklan memunculkan sikap
konsumerisme
8
pada diri kita.
Pengaruh-Pengaruh Iklan
Menurut Rendra (2005) bahwa pengaruh iklan sangat beragam, merambah berbagai bidang
kehidupan manusia mulai dari tingkat individu, keluarga hingga masyarakat. Rendra membagi
7 Ratna Noviani, Jalan Tengah Memahami Iklan (Yogyakarta, Pustaka Pelajar dan CCSS 2002)
8 RendraWidyatama, Pengantar Periklanan (Jakarta: Buana Pustaka Indonesia 2005), hal 35-41.
pengaruh tersebut menjadi 3 bagian yaitu:
1. Pengaruh Ekonomi
Diberbagai negara, iklan terbukti mampu memberikan keuntungan ekonomi yang sangat
besar bagi perorangan atau biro periklanan yang terlibat didalamnya. Dalam banyak catatan
sejarah bahkan menunjukkan bahwa mereka menjadi orang yang sangat kaya. Benyamin
Franklin merupakan satu dari sekian banyak kisah sukses pegiat iklan. Dia dikenal sebagai
penulis naskah iklan yang piawai, manajer perusahaan periklanan yang handal, salesman,
penerbit, serta editor surat kabar.
2. Pengaruh Psikologis
Dampak psikologis iklan sangat beragam, meliputi aspek kognitif, afektif, dan konotatif,
baik secara sendiri-sendiri maupun bersama. Pengaruh psikologis yang terjadi di wilayah
kognitif dapat menumbuhkan perhatian khalayak terhadap sesuatu secara lebih tinggi
dibanding yang lain. Kita seringkali memberikan perhatian yang lebih besar kepada suatu
produk yang diiklankan secara lebih gencar dibanding produk lain. Namun sebaliknya, kita
tidak terlalu memberikan perhatian kepada produk yang tidak diiklankan secara gencar.
Fenomena tersebut dapat pula disimpulkan bahwa perhatian kita ikut ditentukan oleh iklan.
3. Pengaruh Sosial Budaya
Iklan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi struktur pembangunan budaya
disuatu tempat pada kurun waktu tertentu. Dampak iklan yang meluas dan menjadi ikon di
masyarakat akhirnya terserap menjadi budaya oleh masyarakat itu. Misalnya iklan produk
kecantikan yang membujuk konsumen dengan tren kecantikan pada tahun tertentu
masyarakat terutama kaum wanita menjadikan trend tersebut sebagai gaya hidup. Jika
misalnya tidak mengikuti iklan tersbeut maka dianggap ketinggalan jaman, karena setiap
tahun berganti-ganti tren.
Kesimpulan
Selain pengaruh-pengaruh positif dari iklan yang harus ditingkatkan, –misalnya
pertumbuhan ekonomi– yang perlu kita waspadai adalah pengaruh-pengaruh negatif dari iklan
tersebut. Tentunya perlu dukungan semua pihak agar para penyelenggara periklanan tidak
seenaknya membuat iklan, apalagi iklan yang cenderung ke persaingan tidak sehat dan iklan yang
membodohi masyarakat.
Masyarakat yang akan menilai apakah sebuah iklan bagus atau tidak. Masyarakat sendiri
yang bertindak sebagai kontrol terhadap ikla yang beredar di semua media. Sungguh langkah yang
sangat bagus dengan dimunculkannya milist di internet yang berdiskusi da mengkritisi iklan-iklan
yang beredar. Hal itu merupakan suatu bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberadaan iklan.
Peran pemerintah bisa diwujudkan dengan membuat regulasi tentang periklanan juga menjadi
kebutuhan yang wajib, agar jangan sampai iklan-iklan cenderung merusak masyarakat. Jika ada
iklan yang bermasalah maka pemerintah wajib untuk menindaklanjuti dengan koridor perundangan
yang sudah disahkan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa dirugikan bagik konsumen,
perusahaan, biro iklan maupun pihak lain yang terkait.
DAFTAR PUSTAKA
Frank Jefkins, 1997. Periklanan, Erlangga, Jakarta
http://ww.pppi.or.id/pariwara/statistik
Ratna Noviani, 2002. Jalan Tengah Memahami Iklan, Pustaka Pelajar dan CCSS, Yogyakarta.
Rendra Widyatama, 2005. Pengantar Periklanan, Buana Pustaka Indonesia, Jakarta.
28 Apr
UTS E – COMMERCE
UTS E-COMMERCE
1.Hubungan E-Commerce terhadap supply chain management
Proses logistik berhubungan erat dengan aktivitas kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses ini tidak hanya berputar di sekitar aktivitas pabrik, juga mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai pihak konsumen kita baru merasakannya bila ada masalah dalam hal misalnya terjadi keterlambatan dalam mengirim kado ulang tahun yang kita pesan untuk teman / saudara kita, menerima barang yang salah, atau malah ketika melihat di Koran pagi ada iklan produk terbaru ternyata tidak tersedia di pasaran ketika hendak membelinya, bahan pangan untuk para korban bencana alam yang tidak sampai tepat waktu karena keterbatasan alat transportasi dan fasilitas gudang dan sebagainya yang sering muncul dan merugikan kita misalnya tambahan biaya atau malah merasa tidak puas dengan pelayanannya. Karena aktivitas ini menyangkut kehidupan sehari-hari yang berhubungan penting dengan masyarakat, organisasi, industri dan juga secara individual maka diperlukan suatu pendekatan manajemen dalam bidang logistik. Apalagi dalam suatu industri / perusahaan yang sudah dewasa (mature industry) perlu
mengembangkan supply and distribution strategy untuk melindungi sumber dan competitive advantagenya (Tarumingkeng : 2005)
Untuk mendukung manajemen logistik ini diperlukan suatu rantai aliran barang yang memungkingkan perpindahan barang dari produsen ke konsumen agar hal-hal di atas seperti keterlambatan penyampaian, salah barang dan sebagainya bisa dikurangi atau malah dihilangkan sehingga pelayanan yang diberikan ke pelanggan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan pelanggan merasa puas. Untuk itu diperlukan Supply Chain Mangement (SCM) yang banyak didefinisikan sebagai manajemen logistik, padahal terdapat perbedaan diantara keduanya. Kesukesan tidak mungkin diperoleh hanya oleh satu bagian mata rantai saja, tapi dimulai dari pemasok hingga bahan jadi sampai ke tangan konsumen akhir. Hal inilah yang banyak dibahas dalam konsep SCM / logistik bisnis.
Manfaat dan keterbatasan E-commerce
Melakukan transaksi menggunakan cara elektroonik memberikan beberapa manfaat diantaranta adalah sebagi berikut:
Biaya informasi lebih murah
Akses 24 jam
Kesempatan perluasan terbuka
Menurunkan biaya penciptaan, proses, distribusi, penyimpanan.
Mengurangi biaya komunikasi.
Memperkaya komunikasi daripada secara tradicional
Pengiriman secara digital untuk produk seperti gambar, dokumen,software.
Meningkatkan fleksibilitas lokasi.
Akan tetapi ada beberapa keterbatasan yaitu antara lain:
Kurangnya keamanan, reliabilitas, dan standarisasi
Kurang prvacy
Tidak cukupluas dalam arti transaksi masih lamban
Integrasi dengan software maka perlu data base yang merupakan tantangan
Kurang adanya kepercayaan karena integritas tidak terjamin
Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (di bagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).
Supply chain management adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply.
E-commerce (Busines-to-business) dalam mendukung proses manajemen pada perusahaan manufaktur di HongKong. E-commerce dinilai mempunyai banyak pengaruh positif, seperti mempercepat aliran data, mengetahui keiinginan konsumen, mengurangi biaya, real-time pertukaran informasi dan hungungan yang baik terhadap supplier maupun costumer.
E-commerce secara umum dapat diartikan sebagai proses transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver”.
E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik (David Baum dalam Onno W. Purbo, 2000 : 2).
Keuntungan Konsumen (customer) :
Memungkinkan transaksi jual beli secara langsung, mudah dan nikmat, maksudnya adalah proses jual beli yang terjadi dalam e-commerce tidak membutuhkan perantara, dimana proses transaksi yang terjadi langsung antara merchant dengan customer. Sehingga, hal ini memberikan suatu kemudahan karena tidak perlu suatu proses transaksi yang berbelit-belit dan cenderung lama, yang pada akhirnya hal ini memberikan kenikmatan terhadap customer dalam melakukan transaksi perdagangan melalui internet.
Disintermediation adalah proses meniadakan calo dan pedagang perantara. Dengan kata lain, konsumen tidak perlu membayar lebih untuk sebuah barang atau jasa yang dibelinya. Penggunaan e-commerce merupakan proses transaksi langsung antara merchat dengan customer tanpa memerlukan perantara meskipun keberadaan para pihaknya jauh atau berbeda negara, dengan e-commerce customer dapat mengecek langsung keberadaan barang yang dibutuhkan, serta mendapatkan harga yang langsung diberikan oleh merchant, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak jauh lebih mahal. Hal ini berbeda dengan perdagangan secara konvensional, ketika seseorang dari suatu negara membutuhkan barang atau jasa dari luar negeri, orang tersebut tidak mungkin mendatangi langsung penjual barang tersebut di negaranya, karena hal tersebut tentu saja menambah biaya dan memerlukan cukup banyak waktu itupun belum termasuk dengan keberadaan barang yang dibutuhkan apakah masih ada atau telah habis, sehingga orang yang membutuhkan barang tersebut tentu saja membutuhkan perantara pedagang lain dalam hal ini adalah importir yang tentu saja harga barang yang dibutuhkan akan semakin mahal.
Menggunakan digital cash atau elektronik cash (e-cash). Tanpa harus membayar dengan uang tunai. Maksudnya adalah customer tidak perlu membawa uang tunai untuk membayar transaksi jual beli yang dilakukannya dengan pihak merchant, dimana pembayaran yang dilakukan oleh customer cukup dengan mentransfer sejumlah uang sesuai dengan harga barang yang dipesan plus ongkos kirim kepada rekening yang telah disediakan oleh pihak merchant, atau juga hanya dengan memasukan nomor kartu kredit yang dimiliki oleh customer dalam form pembayaran yang telah disediakan oleh pihak merchant. Sehingga dengan cara yang demikian semakin memberikan kemudahan dalam bertransaksi yang kemudian memberikan rasa aman karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang tidak sedikit untuk diserahkan kepada merchant yang penuh resiko terhadap tindak kejahatan seperti perampokan dan sebagainya.
Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk atau service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk atau service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk atau service secara langsung.
Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas produk atau service sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
2.E-Commece dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan
Membangun dan mengimplementasikan sebuah sistem E-Commerce bukanlah merupakan sebuah proses atau program “sekali jadi”, namun merupakan suatu sistem yang perlahan-lahan berkembang terus-menerus sejalan dengan perkembangan perusahaan. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar yang memilih jalan evolusi dalam memperkenalkan dan mengembangkan E-Commerce di perusahaannya. Alasan utama yang melatarbelakangi pemikiran ini adalah sebagai berikut:
Mengimplementasikan sebuah sistem E-Commerce tidak semudah atau sekedar mempergunakan sebuah perangkat aplikasi baru, namun lebih kepada pengenalan sebuah prosedur kerja baru (transformasi bisnis). Tentu saja perubahan yang ada akan mendatangkan berbagai permasalahan, terutama yang berhubungan dengan budaya kerja dan relasi dengan rekanan maupun pelanggan (Fingar, 2000):
Sistem E-Commerce melibatkan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras yang akan terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi, sehingga strategi pengembangan dan penerapannya-pun akan berjalan seiring dengan siklus hidup perusahaan; dan
Mengembangkan sistem E-Commerce secara perlahan dan bertahap secara tidak langsung menurunkan tingginya resiko kegagalan implementasi yang dihadapi perusahaan.
Hal pertama yang baik untuk dilakukan adalah menyamakan visi E-Commerce diantara seluruh manajemen perusahaan melalui berbagai pendekatan formal maupun informal.
Langkah berikutnya adalah melakukan koordinasi antara berbagai pihak yang akan membangun sistem E-Commerce bersama perusahaan terkait. Pihak-pihak tersebut misalnya: rekanan bisnis (seperti pemasok dan distributor), vendor teknologi informasi, pelanggan, bank (penyedia jasa kartu kredit), pihak asuransi, dan lain sebagainya. Tujuan dari koordinasi ini adalah pengembangan sebuah kerangka kerja sama yang disepakati bersama, sehingga dalam perjalanan implementasinya, E-Commerce tidak mendapatkan gangguan yang berarti. Seluruh pihak-pihak dalam “konsorsium” ini harus menyadari bahwa mereka semua berada dalam sebuah ekosistem E-Commerce, dimana sistem yang ada baru akan berjalan secara baik jika masing-masing komponennya memiliki kinerja yang baik sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Melakukan transaksi menggunakan cara elektroonik memberikan beberapa manfaat diantaranta adalah sebagi berikut:
1. Biaya informasi lebih murah
2. Akses 24 jam
3. Kesempatan perluasan terbuka
4. Menurunkan biaya penciptaan, proses, distribusi, penyimpanan.
5. Mengurangi biaya komunikasi.
6. Memperkaya komunikasi daripada secara tradisional
7. Pengiriman secara digital untuk produk seperti gambar, dokumen,software.
8. Meningkatkan fleksibilitas lokasi.
Kinerja merupakan hasil kerja atau karya yang dihasilkan oleh masing-masing karyawan untuk membantu badan usaha dalam mencapai dan mewujudkan tujuan badan usaha. Pada dasarnya kinerja dari seseorang merupakan hal yang bersifat individu karena masing-masing dari karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Kinerja seseorang tergantung pada kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh (Dale, 1992, p. 3). Sementara itu, kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukannya terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Penggunaan teknologi informasi adalah konsekuensi logis yang dihadapi bank, akibat adanya perubaban-perubahan dalam lingkungan industri perbankan. Rose (2002:19-22), menyebut perubahan-perubahan yang secara umum dihadapi industri perbankan dewasa ini, meliputi:
Proliferasi (keragaman) layanan, yaitu layanan yang diberikan bank semakin
beragam, baik jenis maupun volumenya. Hal ini disebabkan tuntutan
kebutuhan konsumen, tekanan persaingan dan pergeseran teknologi.
Peningkatan kompetisi, yaitu bank menghadapi lingkungan persaingan yang
semakin kuat, bukan hanya antar bank, tetapi juga dengan industri jasa
keuangan lainnya. Konsekuensinya bank, harus inovatif dan meningkatkan
kualitas layanan pada konsumennya, yang salah salunya dengan implementasi
teknologi informasi.
Revolusi teknologi informasi, yaitu perkembangan teknologi informasi yang
sedemikian pesat, mengharuskan bank beradaptasi dengan menerapkan
teknologi informasi dalam operasi bisnisnya. Dampaknya, bank yang
sebelumnya bersifat labor intensive, dewasa ini lebih bersifat capital intensive,
karena bank harus berinvestasi pada perangkat teknologi informasi dan
komunikasi yang mahal.
Sistem strategis atau strategic system (Callon 1996) memberikan keunggulan strategis bagi organisasi, dengan demikian akan memudahkan organisasi dalam meningkatkan pangsa pasar, bernegosiasi secara lebih baik dengan pihak supplier, atau mencegah masuknya para pesaing ke dalam wilayah suatu perusahaan. Ada banyak sekali sistem strategis yang didukung E-Commerce. Contohnya, sistem pengiriman semalam yang dilakukan FedEx serta kemampuan sistem di dalam perusahaan tersebut untuk melacak status perjalanan dari tiap-tiap paket tunggal. Kebanyakan pesaing FedEx telah meniru sistem ini. Karena itu, FedEx memidahkan sistem ke Internet. Tetapi, pesaing-pesaingnya membuntuti dengan cepat, kemudian FedEx memperkenalkan aktivitas barunya.
Keuntungan penggunaan e-commerce dalam bisnis hungannya dengan kinerja karyawan dan pelanggan:
(1) mengurangi waktu proses bisnis (cycle time) benar-benar sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing (Wetherle 1996). Demikian pula, mengurangi waktu sejak lahirnya gagasan hingga implemntasinya waktu untuk memasarkan sangat penting, sebab yang bisa lebih awal masuk ke pasar dengan suatu produk, atau yang bisa memberi pelayanan kepada pelanggan secara lebih cepat dari pada yang bisa dilakukan pesaing, maka ia akan menikmati keunggulan kompetitif tersendiri. Aplikasi berdasar extranet dapat digunakan untuk memperlancar berbagai langkah dalam proses pengembangan produk atau jasa, pengujian, dan implementasi. Satu contoh cycle time reduction (pengurangan masa siklus) dalam membawa obat-obat baru ke pasar.
(2) Memberi pegawai otoritas untuk bertindak dan membuat keputusan sendiri merupakan suatu strategi yang digunakan oleh banyak organisasi sebagai bagian dari BPR. Pemberdayaan (empowerment) erat kaitannya dengan konsep tim yang self-directed, swa-kelola (Mankin et.al., 1996 dan Lipnack and Stamps, 1997). Manajemen melimpahkan kewenangan kepada tim yang bisa menyelesaikan desentralisasi pengambilan keputusan dan otoritas tetapi dalam waktu yang bersamaan mendukung kontrol terpusat. Misalnya, Internet dan internet memungkinkan para pegawai yang telah terberdayakan untuk mengambil keputusan mendesak. Sistem jaringan – pakar bisa memberi saran bagi anggota tim ketika tidak ada pakar manusia. Kenyataannya, menjual pengetahuan di Internet menjadi satu aktivitas EC yang penting.
(3) Para pegawai dapat mengakses kecakapan teknis organisasional melalui internet yang dimiliki perusahaan. Beberapa basis pengetahuan, yang dibuka untuk umum dengan tarif biaya tertentu, mendatangkan pemasukan tersendiri (misalnya yang dilakukan www.knowledgespace.com).
(4) Sekarang ini, perusahaan-perusahaan menjadi semakin customer-oriented. Dengan kata lain, mereka mesti memberikan banyak perhatian kepada pelanggan beserta kesukaannya kemudian melakukan rekayasa ulang agar bisa memenuhi permintaan konsumen. Ini bisa dilakukan dengan mengubah proses manufakturing dari mass production menuju mass customization (Pine and Gimore, 1997) Dalam mass production, perusahaan memproduksi item-item yang sejenis secara besar-besaran, sedang dalam mass customization item-item diproduksi dalam jumlah besar namun dicustomized untuk sesuai dengan keinginan tiap-tiap pelanggan. Electronic commerce merupakan perantara ideal bagi mass customization.
(5) Banyak perusahaan menyadari bahwa aliansi dengan perusahaan lain, bahkan dengan pesaing, bisa jadi menguntungkan. Misalnya, General Motors, Ford, dan Chrlyser membuat satu extranet dengan supplier mereka. Ada sejumlah tipe aliansi, seperti pembagian sumber daya, penetapan hubungan permanen supplier-perusahaan, dan penciptaan upaya riset bersama. Tipe yang paling menarik adalah temporary joint venture (patungan sementara), di mana beberapa perusahaan membentuk satu organisasi khusu untuk sebuah misi yang spesifik selama kurun waktu tertentu. Ini merupakan satu contoh korporasi virtual (virtual corporation), yang bisa jadi merupakan bentuk organisasi perusahaan yang lazim di masa datang. Satu tupe aliansi bisnis yang lebih permanen, yang menghubungan perusahaan manufaktur, supplier, dan korposari finansial dikenal dengan sebutan keiretsu suatu istilah dalam bahasa Jepang yang berarti suatu aliansi bisnis permanen. Demikian juga, supply chain mangement dapat dimudahkan oleh extranet. Tipe aliansi ini, juga yang lain, akan sangat didukung oleh teknologi informasi yang beragam, mulai dari EDI hingga transmisi elektronis. peta dan gambar.
Adapun dampak-dampak Electronic Commerce sebagai berikut:
(1) Electronic commerce mempertinggi promosi produk dan layanan melalui kontak langsung, kaya informasi, dan interaktif dengan pelanggan.
(2) Electronic commerce menciptakan satu saluran distribusi bagi produk yang ada, maka pujian layak diberikan atas peluang untuk langsung menjangkau pelanggan dengan sifat komunikasi yang langsung dan dua arah.
(3) Biaya pengiriman informasi ke palanggan melalui internet menghasilkan penghematan substansial bagi pengirim (bila dibandingkan dengan sistem pengiriman non-elektronis atau pengiriman melalui VAN). Penghematan paling besar terjadi ketika mengirim digitized product (seperti musik dan software) dibanding bila harus dikirim secara paket fisik.
(4) Pengiriman produk dan layanan digital dapat dikurangi hingga hanya dalam hitungan detik untuk sampai ke tujuan. Juga, kerja administratif yang berkaitan dengan pengiriman secara fisik, khusunya yang melewati batas-batas internasional, dapat dikurangi secara signifikan sebab memotong cycle time hingga lebih dari 90 %. Satu contoh adalah TradNet di Singapura, yang mengurangi waktu administratif transaksi yang berhubungan dengan pelabuhan dari hitungan hari ke menit.
(5) Layanan konsumen bisa betul-betul ditingkatkan dengan cara memungkinkan pelanggan menemukan informasi detil secara online (misalnya, FedEx yang memungkinkan pelanggan mengetahui status perjalanan kirimannya). Juga, inteligent agents bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan e-mail standar dalam beberapa detik. Akhirnya, layanan pakar manusia bisa diperlancar dengan menggunakan perangkat lunak help-desk, misalnya.
(6) Dalam Web, pendatang baru bisa membangun citra perusahaan dengan cepat. Yang dilakukan Amazon.com selama tiga tahun baru bisa dicapai oleh perusahaan tradisional selama beberapa generasi. Citra perusahaan berarti kepercayaan (trust) yang sangat penting artinya bagi penjualan langsung. Perusahaan tradisional seperti Intel, IBM, Microsoft, Wal-Mart, Dell Computers, dan Cysco menggunakan aktivitas Web mereka untuk memperkokoh identitas perusahaan dan citra mereknya.
Teknologi informasi telah membuktikan bahwa perusahaan kecil dan menengah dapat menjadi perusahaan besar kelas dunia dalam waktu yang cukup singkat. Perusahaan Amazon, Yahoo, Ebay sebagai contoh perusahaan yang menggunakan teknologi informasi untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Semoga perusahaan-perusahaan kecil dan menengah di Indonesia dapat meniru perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang sukses tersebut, yaitu menjadi perusahaan kelas dunia.
Beberapa tahun lalu teknologi e-commerce adalah sebuah teknologi yang relatif baru dan dapat membantu perusahaan dalam memperluas pasar, menjual produk, mengurangi biaya transaksi, purna jual dan lain sebagainya. Menyadari prospek yang ditawarkan perusahaan membabi buta utk menerapkan e-commerce pada bisnisnya. Bahkan e-commerce menjadi trend yang wajib diikuti oleh setiap perusahaan. Sebagian dari perusahaan berhasil mengambil keuntungan berlipat ganda dengan implementasi Tsb ttp tidak sedikit yang gagal dan harus melakukan perubahan mendasar sistem e-commerce perusahaan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi perusahaan mulai hati-hati dalam menerapkan e-commerce. Dengan pesatnya perkembangan e-commerce saat ini banyak sekali solusi yang ditawarkan oleh berbagai vendor untuk mengimplementasikan teknologi ini. Perusahaan kemudian mengalami kesulitan dalam menentukan aplikasi mana yang dapat memberikan pengembalian investasi terbesar dan meningkatkan kesiapannya untuk menerapkan e-commerce di bidang bisnisnya. Tugas akhir ini memperkenalkan sebuah model untuk membantu perusahaan dalam mencari solusi alternatif masalah tersebut. Model Implementasi E-commerce adalah sebuah matriks yang dapat membantu perusahaan untuk menerapkan teknologi e-commerce pada bisnisnya Model terdiri dari 5 jenis industri berbeda, aplikasi e-commerce dan karakteristik industri untuk memberikan pertimbangan tentang hal-2 yang perlu mendapat perhatian khusus dalam implemntasi tersebut.
3.Bandingkan antara “marketplaces” dengan “marketspaces”. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing
Marketplace adalah merupakan “pasar” dimana ketika kita ikut menjualkan produk yang diiklankan maka kita bisa mendapatkan komisi atas penjualan yang terjadi atas referensi kita tanpa kita harus ikut membeli produk tersebut
Marketplace secara harfiah diterjemahkan sebagai ”ruang pasar” di internet. Sebagaimana pasar yang merupakan tempat bertemunya penjual (seller) dan pembeli (buyer), maka Marketplace pun merupakan ruang bertemunya penjual dan pembeli di internet.
Contoh-contoh marketplace di internet adalah sebagai berikut:
Lelang2000.com
Lelang2000.com adalah marketplace Indonesia dan berbahasa Indonesia dimana para penjual dan pembeli dapat saling tawar-menawar untuk beragam jenis barang atau produk seperti: handphone, komputer, atau jenis lainnya.
e-Bay
e-Bay adalah marketplace yang bersifat internasional dan secara default (standard) berbahasa Inggris namun ada beberapa pilihan region dan disesuaikan dengan bahasa region tersebut. Melalui e-Bay, penjual dan pembeli dapat memberikan penawaran untuk produk mulai dari kacamata, perangkat jaringan, TV, VCD player, dan lain sebagainya.
Marketplace lainnya adalah seperti Amazon.com dan Barnes & Noble yang lebih terfokus pada penjualan buku-buku, juga marketplace spesifik untuk telekomunikasi seperti Band-x.com, arbinet.com, dan lain sebagainya.
Manfaat Marketplace
Pangsa pasar yang luas
Pemda dapat meraih pasar internet yang sangat luas dan tidak hanya terbatas pada wilayah geografis Indonesia, bahkan dengan kemasan yang secara internasional menarik, pangsa manca negara juga dapat diraih. Kesempatan seperti ini dapat diwujudkan melalui hadirnya marketplace di internet.
Pengembangan Potensi Daerah
Pemda dapat mengembangkan potensi daerah melalui marketplace dengan menyuguhkan beragam informasi mengenai potensi daerah yang dimiliki. Dengan demikian Pemda dapat memberikan informasi terbaik kepada pasar yang luas dan tidak hanya terbatas pada penjual dan pembeli yang tertarik, melainkan juga kepada calon-calon investor baik di Indonesia maupun manca negara.
EfisiensiBiaya
Berbeda dengan Pasar yang secara fisik harus dibangun dengan biaya yang sangat tinggi, maka Marketplace adalah sebuah pasar yang bersifat ”virtual”, tidak nyata. Pasar yang hadir dalam bentuk web site internet yang dapat dihadiri oleh penjual dan pembeli hanya dengan menggerakkan mouse dan memencet keyboard atau dengan kata lain ”market at your fingertips.” Biaya yang dibutuhkan untuk membangun marketplace akan jauh lebih murah dan efisien jika dibanding dengan pembangunan pasar secara fisik, belum lagi jika dibandingkan dengan kemungkinan pangsa pasar yang dapat diraih di level internasional.
Salah satu bentuk usaha yang dilakukan adalahnya dengan digunakannya konsep marketspace. Konsep tersebut memiliki perbedaan yang mendasar dengan konsep marketplace. Pada marketplace, diutamakan tempat dimana barang/jasa tsb berada. Sedangkan marketspace mengutamakan informasi mengenai barang/jasa tersebut. Dalam menerapkan konsep marketspace tersebut digunakan suatu strategi, yakni Creating value, dengan value dihasilkan oleh 3 komponen : content, context, dan infrastructure. Selanjutnya dilakukan Virtual value chain, yakni memanfaatkan informasi dalam setiap tahapan perubahan, yang membutuhkan pengumpulan, pengorganisasian, pemilihan, pengolahan dan pendistribusian data dan informasi.
Marketspace(ruang pasar) adalah marketplace (tempat pasar) dimana antara penjual dan pembeli melakukan pertukaran barang dan jasa dengan sejumlah uang (atau dengan barang dan jasa lain), tetapi dilakukan secara elektronis.
Komponen komponen
Marketspace Pemesanan item, Pengumpulan item, Hiburan, Komponen komponen, Marketspace, Pemesanan item, Pengumpulan item, Hiburan, Proses bisnis lini depan, Portal penjualan, Katalog elektronik, Daftar belanjaan, Mesin pencari, Komponen komponen, Marketspace, Mesin pencari, Sarana pembayaran, Proses bisnis lini belakang, Pengumpulan dan pemenuhan pesanan, Manajemen persediaan, Pembelian dari pemasok, Pemrosesan pembayaran, Pengemasan dan pengantaran
4.Harga Sony digital Camera pada: shopping.com, mysimon.com, bottomdollar.com, bizrate.com, dan pricescan.com. Situs mana yang memberikan harga terbaik. Mendapatkan informasi terbaik?
5.Trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada E-Commerce
Untuk mengukur loyalitas konsumen seperti :behavior measures, switching costs, measuring satisfaction, liking of the brand dan commitment:
1. Behavior measures
Merupakan suatu cara langsung untuk mengukur loyalitas terutama terhadap perilaku yang dilakukan karena kebiasan adalah untuk mempertimbangkan pada pembelian yang benar-benar dilakukan (actual purchase pattern). Terdapat 3 cara dalam pengukuran perilaku yyang dapat digunakan yaitu :
a. Repurchase rates yaitu pengukuran terhadap prosentase pembelian konsumen terhadap merek yang sama pada pembelian berikutnya.
b. Percent of purchase yaitu pegukuran terhadap pembelian merek yang telah dibeli dibandingkan dengan merek-merek lain dari suatu jumlah pembelian tertentu yang terakhir.
c. Number of brands purchased yaitu pengukuran terhadap prosentase konsumen tersebut menggunakan satu merek, dua merek atau lebih.
2. Switching costs
Merupakan suatu pendekatan dalam mengukur loyalitas dengan mengukur perbedaan pengorbanan atau risiko kegagalan, biaya energi dan fisik yang dikeluarkan konsumen karena ia memilih salah satu alternatif. Apabila switching costs besar maka seorang konsumen akan lebih berhati-hati dalam berpindah ke merek lain karena risiko kegagalan yang dihadapi juga besar, begitu pula sebaliknya, switching costs kecil maka seorang konsumen akan lebih mudah dalam berpindah ke merek lain karena risiko kegagalan yang dihadapi kecil pula. Dengan demikian pendekatan ini digunakan untuk mengukur loyalitas seorang konsumen.
3. Measuring satisfaction
Pendekatan dalam mengukur loyalitas dengan cara mengukur kepuasan yang diperoleh dari suatu merek tertentu. apabila setelah menggunakan suatu merek tertentu dan konsumen tersebut merasa puas atau sudah merasa mendapat manfaat sesuai dengan harapannya, hal ini akan menyebabkan ia berhenti menggunakan merek lain dan memutuskan untuk membeli merek tersebut secara konsisten sepanjang waktu, yang artinya telah tercipta loyalitas konsumen terhadap suatu merek.
4. Liking of the brand
Pendekatan ini diukur melalui tingkat kesukaan konsumen terhadap merek secara umum. Hal ini dapat diukur melalui timbulnya kesukaan terhadap suatu merek baik suka pada badan usaha sebagai produsen, persepsi dan atribut merek yang bersangkutan, maupun pada kepercayaan terhadap merek tersebut. Konsumen dikatakan loyal apabila pembelian tyerhadap merek tersebut bukan karena adanya penawaran khusus, tetapi karena konsumen percaya pada kualitas merek tersebut.
5. Commitment
Pendekatan ini diukur dari komitmen konsumen terhadap suatu merek tertentu. Loyalitas konsumen dapat timbul bila ada kepercayaan dari konsumen terhadap merek sehingga ada komunikasi dan interaksi diantara konsumennya yaitu dengan membicarakan, merekomendasikan dan bahkan mengajurkan pada orang lain dengan menjelaskan mengapa ia membeli dan menggunakan produk tersebut. Apabila cocok dengan apa yang diharapkan, maka akan timbul loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Dengan mengetahui pengukuran loyalitas ini diharapkan tingkat loyalitas konsumen dapat diketahui secara lebih jelas. Selanjutnya adalah upaya-upaya untuk mempertahankannya.
Trust adalah status psikologis yang melibatkan perasaan untuk mengarahkan interaksi masa datang bagi pencapaian tujuan yang direncanakan Vendor EC harus memastikan tingkat kepercayaan yang tinggi dengan pelanggan saat ini maupun pelanggan potensial e-commerce. Tingkat kepercayaan ditentukan oleh:
Tingkat pengalaman keberhasilan awal dengan EC
Penetapan peran dan prosedur yang jelas kepada seluruh pelaku
yang terlibat dalam EC
Ekspektasi yang realistis terhadap hasil EC
6.Penerapan segmentasi pada E-Commerce
Electronic Commerce sebagai suatu cara untuk melakukan aktifitas perekonomian dengan infratuktur Internet memiliki jangkauan penerapan yang sangat luas. Seperti halnya Internet, dimana siapapun dapat melakukan aktifitas apapun termasuk aktifitas ekonomi, e-commerce memiliki segmentasi penerapan yang luas. Secara garis besar, e-commerce saat ini diterapkan untuk melaksanakan aktifitas ekonomi business-to-business, dan business-to-consumer.
Ketiga fokus strategis penerapan e-commerce akan disikusikan di bagian ini. Anda sebagai pemakai Internet, setidaknya dapat memberikan penilaian dan mengambil manfaat dari ketiga fokus strategis e-commerce tersebut dan menentukan fokus yang mana yang sesuai dengan kemampuan yang ada dan memungkinkan.
Business-to-Business eCommerce
Dalam suatu rangkaian distribusi, kehadiran Internet dapat menghubungkan semua aktifitas bisnis dengan bisnis lainnya, tidak peduli dimana ia berada atau posisinya dalam rangkaian distribusi. Kemampuannya ini , secara langsung maupun tidak langsung, sebenarnya dapat mengancam lapisan penghubung tradisional seperti wholesaler atau broker. Fasilitas yang disediakan Internet memberikan sarana bagi bisnis untuk berhubungan langsung dengan para pemasok – dan karenanya menghapuskan peranan perantara seperti broker.
Kendati demikian, terlepas dari dimana posisi suatu organisasi atau perusahaan dalam rangkaian pemasokan, terdapat peluang-peluang yang dapat digali oleh siapa saja untuk memanfaatkan Internet semaksimal mungkin guna mencapai kompetitifitas bisnis yang sebelumnya tidak dapat dicapai. Yaitu:
Memberikan informasi. Sebagai misal, suatu perusahaan distribusi obat-obatan, McKesson, menggeser posisi bisnisnya dari distributor menjadi suatu value added provider dalam industri kesehatan . Produk utamanya adalah informasi, bukan lagi obat-obatan. Bagaimana bisa demikian? Ini dikarenakan expoitasi McKesson atas database informasi yang dimilikinya baik dalam penjualan dan unit untuk farmasi. Paket-paket informasi tersebut diberikan untuk memperbaiki kinerja finansial farmasi.
Pengadaan dan Pembelian (Purchasing and Selling).
Purchasing and Selling. General Electric’s Trading Process Network membolehkan para pemasoknya untuk mendownload Request Forn Proposal (RFP) GE’s, melihat diagram spesifikasi suku cadang, dan berkomunikasi dengan General Electric untuk menyelesaikan transaksi. GE memperluas jaringannya untuk menolong perusahaan-perusahaan lain saling melakukan jual beli dan mengkaji model bisnis berdasarkan fee.
Beralih ke Internet(Moving to an Internet platform). Bank-bank di Amerika Serikat, misalnya Bank of America dan Wells Fargo, saat ini telah mengkaji kemungkinan EDI untuk menerapkan fungsi transaksi business-to-business dialihkan ke Internet untuk menekan biaya operasional.
Memasok Layanan Ekstranet. Perusahaan yang telah menerapkan Intranet mulai memberikan kemungkinan layananan baru dengan memberikan sebagian kecil dari sistem Intranetnya ke pelanggan-pelanggan strategis; mitra; atau mitra dagangnya misalnya apa yang telah dilakukan oleh General Electric’s Trading Process Network. Contoh lain adalah Federal Express yang memanfaatkan infrastrukturnya yang telah ada untuk mengirimkan paket dengan cepat dengan cara memberikan layanan pemenuhan order melalui web kepada para pelanggannya. Situsnya yang terkenal ( http://www.fedex.com ) memiliki fasilitas penjejak paket di seluruh dunia.
Business-to-Consumer eCommerce
Dari tahun ke tahun, pengaruh Internet dalam perekonomian semakin nyata seperti ditunjukkan dalam tabel (4.1). Perusahaan di seluruh dunia mulai menggali keuntungan dan manfaat Internet dan mencoba menguasai pangsa pasar yang muncul akibat adanya Internet ini. Layanan busines-to-consumer yang diberikan melalui Internet secara langsung sebenarnya mengalami pergeseran. Yang mudah dilihat adalah pergeseran dalam hal:
One-way marketing. Perusahaan-perusahaan yang memiliki situs web atau homepage tetap memiliki mekanisme distribusi yang mencolok untuk mempublikasikan brosur-brosurnya, mendorong, strategi pemasaran satu arah.
Pemesanan melalui web. Tersedianya transaksi web yang aman memungkinan suatu perusahan untuk membolehkan konsumennya memesan produk langsung melalui web. Katalog-katalog elektronik dan mal-mall maya menjadi suatu hal yang biasa.
Relationship Marketing. Yang paling mencolok dari pardigma ini adalah apa yang disebut relationship marketing. Karena tingkah laku pelanggan dapat dilacak dari web, pada saat masuk ke situs web perusahaan, perusahaan-perusahaan dapat melalukan suatu percobaan dengan metodologi ini sebagai perangkat untuk meriset pasar dan relationship marketing misalnya:
Survei melalui web
Menggunakan web untuk membuat inferensi mengenai profil pembelian konsumen
Mengkustomisasikan produk dan layanan
Mencapai kepuasan konsumen dan membangun loyalitas pelanggan
Contoh awal dari perusahaan yang memanfaatkan potensi interaktifitas Internet untuk melakukan terobosan hubungan konsumen adalaf Firefly. Firefly telah menciptakan produk-produknya melalui teknologi web tracking. Yang dilakukan perusahaan distribusi audio dan video ini adalah secara literal menciptakan suatu produk yang khusus untuk setiap pelanggannya berdasarkan profil pelanggan dan kelakukan pembeliannya. Sebagai misal, seorang pembeli CD yang menyukai musik klasik mungkin akan dibuatkan perangkat audio dan video yang disesuaikan untuk mendengarkan musik klasik.
7.3 situs yang menerapkan B2B menggunakan E-Commerce. Gambaran tentang situs-situs tersebut.
B2B adalah sebuah sistem informasi yang terorganisasi dimana perusahaan menangani transaksi dengan pebisnis lain dan E-Commerce, atau Electronic Commerce adalah istilah yang dipakai untuk berbagai jenis transaksi bisnis atau komersial yang melibatkan tranfer informasi melalui internet :
B2B (business to business) eCommerce
eCommerce antara usaha dan usaha baik pelanggan maupun pemasok (supplier)
Melakukan transaksi antar usaha ini secara elektronik dapat banyak keuntungan seperti lebih cepat, lebih nyaman, lebih efisien.
Sebelum eCommerce berkembang di internet ada suatu sistem yang bernama EDI (Electronic Data Interchange) yang diterapkan banyak usaha. EDI memerlukan infrastruktur yang lebih kaku dalam penerapannya sehingga cenderung lebih kompleks dan mahal penerapannya.
eCommerce telah mendorong terbentuknya pasar-pasar tersendiri dimana pembeli dan penjual bisa bertemu dan berinteraksi dalam dunia maya.
Karakteristik Busines to Busines (B2B)
Trading Partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Sehingga jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai kebutuhan dan kepercayaan (trust).
Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Sehingga memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu partner.
B2B menyatakan bentuk jual-beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Umumnya perusahaan perusahaan yang terlibat adalah pemasok, distributor, pabrik, toko, dll. Kebanyakan transaksi berlangsung secara langsung antara dua sistem. Model seperti ini telah banyak diterapkan. Misalnya, yang terjadi antara Wal-Mart dan para pemasoknya.
Keuntungan B2B:
1. Mempercepat transaksi antara penjual dan pembeli.
2. Menurunkan biaya transaksi kedua belah pihak.
3. Menciptakan pasar baru tanpa dibatasi oleh wilayah geografis.
4. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara penjual dan pembeli.
Secara umum adapun aktifitas dari B2B ini seperti trading partners dan pertukaran data (data exchange) yang dilakukan secara rutin antara pebisnis. Sedangkan dalam business to customer (B2C) umumnya menggunakan internet dengan berbagai model pendekatan seperti electronic shopping mall atau dengan konsep portal. Kedua-duanya menggunakan website sebagai basisnya. Aktifitas electronic shopping mall lebih ke mempromosikan produk dan service yang ada dengan dukungan online catalog dan sebagainya. Adapun contoh dari system ini seperti amazon (http://www.amazon.com) dan netmarket (http://www.netmarket.com). Sedangkan dalam konsep portal lebih ke pelayanan yang lebih kompleks dimana electronic shopping mall juga termasuk didalamnya, dengan tetap berbasis website, di dalam portal ini juga terdapat pelayanan lainnya seperti e-mail, online database, news dan sebagainya. Adapun contoh dari sistem ini seperti netscape home (http://home.netscape.com) dan yahoo(http://www.yahoo.com).
21 Mar
1. www.amazon.com

- Amazon.com didirikan oleh Jeff Bezos di Setle, Washington, Jerman Serikat pada tahun 1994. Nama awal dari perusahaan ini adalah “Cadabra.” Pada bulan juli 1995, Jeff Bezos kemudian mengganti nama perusahaan ini dengan nama sungai paling deras di dunia, yauitu Amazon, dengan harapan dapat melakukan penjualan lewat web sederas air sungai amazon. Ide dasar dari perusahaan ini adalah untuk menjual buku secara online dengan menyelenggarakan persediaan seminimal mungkin dengan menambah nilai tambah (value added) kepada pembeli dibandingkan dengan toko buku konvensional. Persediaan yang minimal dapat dilakukan karena Amazn.com hanya menjadi perantara bagi penerbit buku dapat dipilih secara olnline dari rumah atau dari mana saja secara nyaman (conveinience).
Setelah meluncurkan toko buku onlinenya, tidak lama kemudian Amazon.com meningkatkan fitur produk-produk dan jasa-jsa yang ditawarkan dan kemampuan dari e-retailingnya. Fitur-fitur produk yang ditambahkan adalah belanja-1-klik (1 Clik Shopping) yang juga dipatenkan, personalisasi produk, daftar-daftar keinginan dan kartu-kartu ucapan.
Amazon.com juga menambhakan jasa pemberitahuan “kejadian spesial” seperti misalnya tanggal ulang tahun, tanggal menokah dan tanggal lainnya dan keinginan-keinginan yang didaftarkan oleh pembaca. Dengan pemberitahuan ini, Amazon.com kemudian merekomendasikan sesuatu yang dapat digunakan seagai hadiah, yang tentunya dijual dan tersedia di Amazon.com, dan dapat dikirimkan langsung ke yang bersangkutan yang menginginkannya.
Kelebihan Amazon.com mulai agresif menambahkan produk-produk atau jasa-jasa baru yang ditawarkan. Menyadari sebagai pelangkah awal (first mover) penjual di dunia maya Amazon.com mulai menjual barang selain buku. Strategi yang digunakan ini adalah strategi bertumbuh (growth strategy). Di pertengahan tahun 1998 perusahaan ini meluncurkan produk tambahan musik dan video DVD. Di musim gugur 1998 perusahaan ini juga melebarkan sayapnya ke eropa dengan mengakuisisi toko-toko buku online di inggris dan Jerman. Awal tahun 2000, perusahaan ini sudah menawrkan tujuh kategori produk, kebun dan taman, sampai ke peralatan perbaikan rumah di lebih 160 negara.
Kenyataannya pelanggan Amazon.com bertambah dari tahun ke tahun. Pelanggan Amazon.com sebanyak 1,5 juta pelanggan di tahun 1997, menjadi 14 juta di tahun 1999 dan 25 juta tahun 2001.
Pada tahun 1998, Amazon.com menambah model bisnis baru, yaitu dua buah lelang (auction) online dan sebuah tempat pasar (markerplace) online. Melihat kesuksesan dunia maya, Amazon.com menambahkan transaksi lelang online di situsnya. Penjualan cara lelang biasanya dilakukan dengan mencantumkan barang-barang yang akan dijual di daftar barang yang akan dilelang dengan harga awal. Calon pembel mengajukan harga dengan menaikkan dari harga sebelumnya. Harga barang yang disetujui adalah harga terakhir setelah lelang ditutup. Unutk lelang di Amazoncom, harga barang ditentukan tetap. Lelang hanya dikenakan pada barangnya, bukan harganya. Amazon.com menamakan “zshop.” Pembeli dapat membayar langsung kepada penjual barang atau lewat Amazon.com menggunakan kartu kredit. Untuk menjamin dan membentuk kepercayaan pembeli, Amazon.com menyediakan garansi sebesar $1000 jika penjual barang tidak jujur (misalnya barangnya tidak sesuai dengan spesifikasinya) atau setelah dibayar barang tidak sampai ke tangan pembeli.
Dengan “zShop” ini, lebih dari 100 pedagang dapat “menyewa” (rent) ruang di Amazon.com. Pada akhir tahun 1999 tiap bilannya untuk membuka toko web dengan barang yang dijual sampai dengan 3000 items atau dapat juga membayar sebesar 10 sen tiap item individual. Dsisamping itu, pedagang diwajibkan membayar biaya transaksi sebesar 5 sen untuk tiap-tiap item yang dijual dengan nilai kurang dari $25, sebesar 2.5 sen untuk item bernilai $25 sampai dengan $999, atau 1.25 sen untuk bernilai $1000 atau lebih.
Pada awal tahun 2000, Amazon.com mengembangkan model bisnisnya kembali denga membentuk kerjasama modal dengan pengecer online merk tertentu untuk memasang iklan di situs Amazon.com. Pada bulan Agustus 2000, Amazon.com mengembangkan kembali model bisnisnya dengan mengumumkan melakukan aliansi strategik dengan ToysRus.com untuk mengoperasikan toko mainan dan permainan video. Dibawah perjanjian kerjasama 10 tahunnya, Toys “R” Us, Inc. Bersedia membeli dan mengelola sediaan dan Amazon.com menangani dan mengembangkan situs, manangani order penjualan dna jasa pelanggan lannya dan mengelola sediaan di pusat-pusat distribusinya di Amerika Serikat. Amazon.com akan dikompensasi dengan waran untuk membeli 5% dari saham Toys ”R” Inc, menerima pembayaran tetap setiap periode, jasa transaksi perunit, dan satu digit persen dari pendapatan.
Dengan perkembangan ini, Amazon.com telah mengadopsi tempat pasar (marketplace) dan ASP yang menguntungkan dan pada saat itu banyak analis yang memperkirakan perusahaan ini kan terus mengambangkan model bisnisnya ke kategori yang lainnya. Perkiraan ini terjadi pada tahun 2001, Amazon.com melakukan aliansi dengan perusahaan pengecer dan pedagang produk fisik lewat katalog, yaitu dengan All-Clas MetalCrafters, AT$T Wireless, Borders, Catalog City, Circuit, Egghead.com, Target, Waterstone, dan Wusthof.
Pada tanggal 30 Agustus 2000, Partner living.com menyatakan bangkrut dan Amazon.com kemudian menutup penjualan mebel online ini. Perusahaan living.com bubar pada bulan Agustus 2000 dengan hanya membayar sebagian kecil dari $145juta yang disetujui kepada Amazon.com. Ini dimaksudkan Amazon.com memadatkan kanalnya (channel copression).
Illustrasi diatas menunjukkan bagaimana Amazon.com mulai dari pengecer atau toko buku elektronik menjadi portal horizontal dan ASP dengan menawarkan banyak produk dan jasa, dan melakukan aliansi dengan model bisnis lainnya.
2. Alamat : www.bhinneka.com

Soal harga bhinneka lebih terjangkau atau murah jika dibandingkan dengan web store lainnya. Untuk pengiriman barangnya, selama ini selalu tepat sesuai dengan waktu pengiriman yang telah di setujui bersama, bahkan pihak bhinneka bersedia untuk mengantarkan 1 hari lebih awal dari perjanjian hari penyewaan tanpa dihitung sebagai biaya tambahan
pelayananpun juga bagus dengan teknisi yang sangat membantu dan concern kepada kebutuhan customernya. Di bhinneka kita juga dapat menyewa barang-barang elektonic, misalnyabhinneka menyediakan sewa pc, sewa notebook, sewa lcd hingga sewa server bisa dipilih. Semua dilengkapi dengan daftar harga yang kompetitif.bhinneka menyediakan sewa pc, sewa notebook, sewa LCD hingga daftar harga yang kompetitif.
Saran: untuk saat ini pembelian di bhinneka dengan fasilitas kredit dan penggunaan kartu kredit hanya dapat dilakukan di kantor atau toko offline bhinneka saja atau untuk domisili jakarta. Untuk pelanggan dari luar kota masih belum dapat dilayani.maka menurut saya akan lebih baik jika pembelian dengan kredit bisa juga digunakan untuk konsumen yang berada di luar jakarta,untuk sementara ini di bhinneka untuk pelayanan kartu kredit hanya bisa dari visa,master, dan bca untuk kedepannya mungkin bisa ditambah dengan kartu kredit bank bank lainnya.
3. Alamat : www.fastncheap.com

Di fastncheap proses ordernya mudah, pengirimannyapun cepat dan tepat waktu. Cukup apply rma, dan kirimkan barang, kemudian kita bisa tracking rma untuk mengetahui status barang yang kita servis. Setelah selesai pun tinggal kirimkan ongkos kirim balik. Pelayanannaya juga bagus complain para konsumen juga ditanggapi dengan cepat dan memuaskan. Pertahankan dan tingkatkan terus . Selain itu, barang yang di situs specnya sama persis dg yg diterima. Fastncheap memang harganya bersaing dengan yang lainnya, ya bisa dikatakan harganya lebih bagus “murah” ketimbang online shoping2 yang lainya tapi tentunya customer servis-nya harus ditingkatkan dan kalo member tentunya ada harga khusus.
4. Alamat : www.mzan.com

Tampilan webnya kurang menarik.Semacam biro jodoh secara online. Seharusnya di buat sedemikian rupa sehingga lebih menarik, dan mempunyai background yang romantic sesuai dengan alamat situsnya. Mempunyai beberapa menu antara lain :
- Messenger MSN MSN
- MSN Com
- Flower Names
- Free Domain Names
- Descargar Messenger En Español
- Instant Messenger
- Para Descargar El Messenger
- Descargar La Nueva Version De Messenger
- Descargar Messenger Live 8.0
- Download MSN
- Hotmail
- MSN Optimisation
- Music Download Sites.
Yang lebih memudahkan bagi browser berselancar ke dunia maya sekedar untuk membuka e-mail atau chatting. Dan ini merupakan suatu bentuk kerjasama antara mzan.com dengan hotmail.
5. Alamat : www.sandnoble.com
<!-
KESIMPULAN
Di antara ke 5 situs antara lain : www.bhinneka.com, www.fastncheap.com, www.amazon.com, www.sandnoble.com, www.mzan.com yang merupakan situs terbesar adalah amazon.com
16 Mar
Perkembangan Internet di Indonesia 2008
Internet atau kepanjangannya dari Interconnected Network adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif. Pengguna internet di Indonesia pada akhir tahun 2008 tercatat mencapai 25-30 juta orang dikarenakan harga bandwidth turun, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pengguna internet 40 persen. Dibanding tahun lalu, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia naik 25 persen, dari sebelumnya 20 juta di akhir 2006. Di Indonesia sendiri, internet merupakan media komunikasi yang mulai populer di akhir tahun 1990.
Kronologis tahun-tahun perkembangannya adalah sebagai berikut : Pada tahun 1995, Pusat ‘Industri dan Perdagangan Lembaga Pengembangan Kewirausahaan Bina Mitra Sejahtera mendata bahwa ada sekitar 10.000 pengguna yang tersambung ke Internet, dan pada tahun 1997 angka itu menjadi 100.000. Kemudian menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada akhir tahun 2001 mencapai 2,4 juta orang. Meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan angka pada akhir tahun 200 sebesar 1,9 juta orang. Pengguna sebanyak 2,4 juta orang tersebut terdiri dari 550 ribu pengguna perumahan, 26 ribu pengguna perusahaan, 2000 sekolah dengan rata-rata 500 pengguna/siswa persekolah, 500 perguruan tinggi dengan rata-rata 1000 mahasiswa per kampus dan 2500 warnet dengan rata-rata 100 orang pelanggan perwarnet. Kehadiran jaringan internet di Indonesia sendiri diawali perkembangan kegiatan amatir radio dengan berdirinya Amatir Radio Club (ARC) ITB pada tahun 1986. Menggunakan pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 dan komputer Apple II, belasan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Komputer menjadi suatu media yang sangat konvensional di dunia, terlebih dengan teknologi lain yang telah ditanamkan di dalamnya yaitu jaringan Internet. Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Perkembangan Internet di dunia 2008
Menurut data IDC (Internet Indo Data Centra Indonesia), ada sekitar 196 juta pengguna Internet di seluruh dunia sampai akhir tahun 1999, dan menjadi 502 juta pengguna pada tahun 2003. Kemudian kegiatan berinternet akan bertambah dua kali lipat setiap 100 hari, dan diperkirakan pada tahun 2008 sebanyak lebih dari 1 milliar penduduk dunia akan tergabung dan terhubung satu sama lain melalui jaringan Internet. Perkembangan penggunaan Internet di Indonesia tidak pula kalah mengesankannya dengan ramalan IDC tersebut. Angka statistik yang disajikan diatas cukup mengejutkan mengingat secara keseluruhan internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan pada tahun 1996 dimana masyarakat Indonesia umumnya baru saja mengenal internet, kurang dari sepersepuluh jumlah pengguna massa sekarang, dan frekuensi pemakaiannya pun cenderung rendah. Namun internet sebagai suatu ‘variabel’ di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan.
Perkembangan internet di dunia diawali oleh Amerika Serikat yaitu pada Departemen Pertahanan Amerika, pada tahun 1962 U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) mengadakan riset tentang caramenghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET, yang tak lain untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.
Sumber :
www.google.com
www.ngobrolaja.com
16 Mar
tugas 2
<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> <!–[endif]–>
<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>
General e-mall

- Alamat : www.ebay.com
- Gambaran : Merupakan salah satu e-mall terbesar yang menawarkan berbagai macam barang di dalam satu situs atau alamat. Selain itu mempunyai banyak sekali kategori toko dan banyak sekali barang yang ditawarkan pada e-bay. Sehingga memudahkan para browser dalam mencari barang yang diinginkan.
Comment : e-bay merupakan internasional situs elektronik mall yang menyediakan beraneka ragam barang antara lain : Antiques, Dolls & Bears, Real Estate, Art, DVDs & Movies, Specialty Services, Baby, eBay Motors, Sporting Goods, Books, Electronics, Sports Mem, Cards & Fan Shop, Business & Industrial, Entertainment Memorabilia, Stamps, Cameras & Photo, Gift Certificates, Tickets, Cell Phones & PDAs, Health & Beauty, Toys & Hobbies, Clothing, Shoes & Accessories, Home & Garden, Travel, Coins & Paper Money, Jewelry & Watches, Video Games, Collectibles, Music, Computers & Networking, Musical Instruments.
Dan mempunyai banyak jaringan di berbagai negara di dunia antara lain : Argentina, Australia, Austria, Belgium, Brazil, Canada, China, France, Germany, Hong Kong, India, Ireland, Italy, Korea, Malaysia, Mexico, Netherlands, New Zealand, Philippines, Poland, Singapore, Spain, Sweden, Switzerland, Taiwan, Thailand, Turkey, United Kingdom, United States, Vietnam
Jadi yang ingin menjadi member harus daftar dahulu d e-bay, banyak keuntungan yang bisa didapat. Pengunjung situs ini dapat membeli barang ataupun untuk menjual barangnya. Tersedia menu help yang bisa digunakan apabila pengunjung mengalami kesulitan dalam penggunaan situs e-bay.com. Untuk memudahkan mencari barang yang diiinginkan tersedia menu search, sehingga tidak terlalu susah untuk menemukan barang, ataupun untuk mempersingkat waktu pencarian barang. Selain itu sebagai wujud timbal balik (feed back) kepada para pengguna situs ini, e-bay menawarkan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan. Pada menu Jobs akan muncul beberapa kategori pekerjaan, sehingga para pengunjung situs ini mendapatkan dua keuntungan sekaligus yaitu : transaksi secara online, dan mencari pekerjaan.
<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>
Spezialized e-mall

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>
Spezialized e-mall
- Alamat : http://store.microsoft.com
- Gambaran : Merupakan alamat resmi dari microsoft yang menawarkan berbagai produk buatan perusahaan software terbesar di dunia. Apabila terlalu mahal untuk dibeli versi trialnya dapat di download di dalam situs ini.
- Comment : Ini merupakan situs dari microsoft yang menawarkan produk dari microsoft saja, yang biasanya berupa software atau perangkat lunak. Para pengguna internet yang masuk ke dalam situs ini dapat berbelanja software lewat elektronik mall yang menawarkan berbagai macam kemudahan bagi para pengunjung e-mall. Microsoft juga menawarkan menu search yang memberikan akses cepat untuk mencari produk yang diinginkan. Apabila produk yang ditawarkan terlalu mahal dapat di download sebagai alternative pilihan, tapi hanya tersedia versi trialnya saja. Keamanan dan Updates juga dapat diperoleh di situs ini. Banyak alternative pilihan dalam satu produk software misalnya saja Windows Vista Home Basic, Home Premium, Ultimate, dll yang kesemuanya dalam format DVD.
14 Mar
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!